Jumat, 22 Mei 2020

Ketagihan Perkosa Bu Guru


Ketagihan Perkosa Bu Guru - Seorang wanita dengan jilbab hijau lumut tampak berjalan terburu-buru menuju ruang guru, belahan rok yang cukup sempit memaksa wanita itu mengayun langkah kecil nan cepat. Namun saat dirinya tiba diruangan yang dituju, disana hanya didapatinya Bu Nita yang sibuk mengoreksi hasil ujian harian para siswa.

“Bu.. apa Pak Rivan sudah pulang?”

“Mungkin sudah,” jawab Bu Nita, memandang Reyna dengan wajah penuh curiga, setau Bu Nita hubungan antara Reyna dan Rivan memang tak pernah akur, meski sama-sama guru muda, pemikiran Reyna dan Rivan selalu bersebrangan. Reyna yang idealis dan Rivan yang liberal.

“Memangnya ada apa Bu?” lanjut wanita itu, penasaran.
“Oh… tidak.. hanya ada perlu beberapa hal,” elak Reyna.
“Apa itu tentang pengajuan kenaikan pangkat dan golongan?” tambah Nita yang justru semakin penasaran.
“Bukan.. eh.. iya.. saya pamit duluan ya Bu,” ucap Reyna bergegas pamit.

“Semoga saja SMS itu cuma canda,” ucapnya penuh harap, bergegas menuju parkir, mengacuhkan pandangan satpam sekolah yang menatap liar tubuh semampai dibalut seragFam hijau lumut khas PNS, ketat membalut tubuhnya.

Mobil Avanza, Reyna, membelah jalan pinggiran kota lebih cepat dari biasanya. Hatinya masih belum tenang, pikirannya terus terpaku pada SMS yang dikirimkan Rivan, padahal lelaki itu hanya meminta tolong untuk membantunya menyusun persyaratan pengajuan pangkat, tapi rasa permusuhan begitu lekat dihatinya.

Jantung Reyna semakin berdebar saat mobilnya memasuki halaman rumah, di sana telah terparkir Ninja 250 warna hijau muda, “tidak salah lagi itu pasti motor Rivan,” bisik hati Reyna. Di kursi beranda sudut mata wanita muda itu menangkap sosok seorang lelaki, asik dengan tablet ditangannya. “Kamu…” ucap Reyna dengan nada suara tak suka.

Rivan membalas dengan tersenyum.

“Masuklah, tapi ingat suamiku tidak ada dirumah, jadi setelah semua selesai kamu bisa langsung pulang,” ucap Reyna ketus, meninggalkan lelaki itu diruang tamu.

Beraktifitas seharian disekolah memaksa Reyna untuk mandi, saat memilih baju, wanita itu dibuat bingung harus mengenakan baju seperti apa, apakah cukup daster rumahan ataukah memilih pakaian yang lebih formal.

“Apa yang ada diotak mu, Rey?!.. Dia adalah musuh bebuyutan mu disekolah,” umpat hati Reyna, melempar gaun ditangannya ke bagian bawah lemari.

Lalu mengambil daster putih tanpa motif. Tapi sayangnya daster dari bahan katun yang lembut itu terlalu ketat dan sukses mencetak liuk tubuhnya dengan sempurna, memamerkan bongkahan payudara yang menggantung menggoda.

Reyna kembali dibuat bingung saat memilih penutup kepala, apakah dirinya tetap harus mengenakan kain itu ataukah tidak, toh ini adalah rumahnya. Namun tak urung tangannya tetap mengambil kain putih dengan motif renda yang membuatnya terlihat semakin anggun, tubuh indah dalam balutan serba putih yang menawan.

Jam dinding sudah menunjukkan pukul 5 petang dan untuk yang kedua kalinya Reyna menyediakan teh untuk Rivan. Sementara lelaki itu masih terlihat serius dengan laptop dan berkas-berkas yang harus disiapkan, sesekali Reyna memberikan arahan.

Tanpa sadar mata Reyna mengamati wajah Rivan yang memang menarik. “Sebenarnya cowok ini rajin dan baik, tapi kenapa sering sekali sikapnya membuatku emosi,” gumam Reyna, teringat permusuhannya dilingkungan sekolah.

Pemuda yang memiliki selisih umur empat tahun lebih muda dari dirinya. Sikap keras Reyna sebagai wakil kepala sekolah bidang kesiswaan berbanding terbalik dengan sikap Rivan yang kerap membela murid-murid yang melakukan pelanggaran disiplin.

“Tidak usah terburu-buru, minum dulu teh mu, lagipula diluar sedang hujan,” tegur Reyna yang berniat untuk bersikap lebih ramah.
“Hujan?… Owwhh Shiiit.. Ibuku pasti menungguku untuk makan malam,” umpat Rivan.

Reyna tertawa geli mendengar penuturan Rivan, “makan malam bersama ibumu? Tapi kamu tidak terlihat seperti seorang anak mami,” celetuk Reyna usil, membuat Rivan ikut tertawa, namun tangannya terus bergerak seakan tidak tergoda untuk meladeni ejekan Reyna.

“Bereeesss..” ucap Rivan tiba-tiba mengagetkan Reyna yang asik membalas BBM dari suaminya.
“Jadi apa aku harus pulang sekarang?” tanya Rivan, wajahnya tersenyum kecut saat mendapati hujan diluar masih terlalu lebat.

“Di garasi ada jas hujan, tapi bila kamu ingin menunggu hujan teduh tidak apa-apa,” tawar Reyna yang yakin motor Rivan tidak mungkin menyimpan jas hujan.
“Aku memilih berteduh saja, sambil menemani bu guru cantik yang sedang kesepian, hehehe…”
“Sialan, sebentar lagi suamiku pulang lhoo,”

Sesaat setelah kata itu terucap, Blackberry ditangan Reyna menerima panggilan masuk dari suaminya, tapi sayangnya suaminya justru memberi kabar bahwa dirinya sedikit terlambat untuk pulang, dengan wajah cemberut Reyna menutup panggilan.

“Ada apa, Rey..”
“Gara-gara kamu suamiku terlambat pulang,”

“Lhoo, kenapa gara-gara aku? Hahaha…” Rivan tertawa penuh kemenangan, dengan gregetan Reyna melempar bantal sofa. Obrolan kembali berlanjut, namun lebih banyak berkutat pada dinamika kehidupan disekolah dan hal itu cukup sukses mencairkan suasana.

Reyna seakan melihat sosok Rivan yang lain, lebih supel, lebih bersahabat dan lebih humoris. Jauh berbeda dari kacamatanya selama ini yang melihat guru cowok itu layaknya perusuh bagi dirinya, sebagai penegak disiplin para siswa.

“Aku heran, kenapa kamu justru mendekati anak-anak seperti Junot dan Darko, kedua anak itu tak lagi dapat diatur dan sudah masuk dalam daftar merah guru BK,” tanya Reyna yang mulai terlihat santai. “Seandainya bukan keponakan dari pemilik yayasan, pasti anak itu sudah dikeluarkan dari sekolah,” sambungnya.

“Yaa, aku tau, tapi petualangan mereka itu seru lho, mulai dari nongkrong di Mangga Besar sampai ngintipin anak cewek dikamar mandi, guru juga ada lho yang mereka intipin,” “Hah? yang benar? gilaaa, itu benar-benar perbuatan amoral,” Reyna sampai meloncat dari duduknya, berpindah ke samping Rivan.

“Tapi tunggu, bukankah itu artinya kamu mendukung kenakalan mereka, dan siapa guru yang mereka intip?” tanya Reyna dengan was-was, takut dirinya menjadi korban kenakalan kedua siswa nya.
“Sebanarnya mereka anak yang cerdas dan kreatif, bay
angkan saja, hanya dengan pipa ledeng dan cermin mereka bisa membuat periskop yang biasa digunakan oleh kapal selam,” ucap Rivan serius, memutar tubuhnya berhadapan dengan Reyna yang penasaran.

“Awalnya mereka cuma mengintip para siswi tapi bagiku itu tidak menarik, karena itu aku mengajak mereka mengintip di toilet guru, apa kamu tau siapa yang kami intip?”

Wajah Reyna menegang, menggeleng dengan cepat. “Siapa?,,,”

“kami mengintip guru paling cantik disekolah, Ibu Reyna Raihani!”
“Apa? gilaaa kamu Van, kurang ajar,” Reyna terkaget dan langsung menyerang Rivan dengan bantal sofa.
“ampuun Reeeey, Hahahaa,,”
“Sebenarnya kamu ini guru atau bukan sih? Memberi contoh mesum ke murid-murid, besok aku akan melaporkan mu ke kepala sekolah,” sembur Reyna penuh emosi.

Rivan berusaha menahan serangan dengan mencekal lengan Reyna.

“Hahahaa, aku bohong koq, aku justru mengerjai mereka, aku tau yang sedang berada di toilet adalah Pak Tigor dan apa kamu tau efeknya? Mereka langsung shock melihat batang Pak Tigor yang menyeramkan, Hahaha,” Reyna akhirnya ikut tertawa, tanpa sadar jika lengannya masih digenggam oleh Rivan.

“Tu kan, kamu itu sebenarnya lebih cantik jika sedang tertawa, jadi jangan disembunyikan dibalik wajah galakmu,” ucap Rivan yang menikmati tawa renyah Reyna yang memamerkan gigi gingsulnya. Seketika Reyna terdiam, wajahnya semakin malu saat menyadari tangan Rivan masih menggenggam kedua tangannya.

Tapi tidak berselang lama bentakan dari bibir tipisnya kembali terdengar, “Hey!.. Kalo punya mata dijaga ya,” umpat Reyna akibat jelajah mata Rivan yang menyatroni gundukan payudara dibalik gaun ketat yang tak tertutup oleh jilbab, Reyna beranjak dan duduk menjauh, merapikan jilbabnya.

“Punyamu besar juga ya,” balas Rivan, tak peduli akan peringatan Reyna yang menjadi semakin kesal lalu kembali melempar bantalan sofa. “Ga usah sok kagum gitu, lagian kamu pasti sudah sering mengintip payudara siswi disekolah?,,”

“Tapi punyamu spesial, milik seorang guru tercantik disekolah,”

“Sialan..” dengus Reyna merapikan jilbabnya, tapi sudut bibirnya justru tersenyum, karena tak ada wanita yang tidak suka bila dipuji. Wajah Reyna memerah , kalimat Rivan begitu vulgar seakan itu adalah hal yang biasa.

“Rey… liat dong,”

“Heh? Kamu mau liat payudaraku , gilaa… Benda ini sepenuhnya menjadi hak milik suamiku,” Wanita itu memeletkan lidahnya, tanpa sadar mulai terbawa sifat Rivan yang cuek.
“Ayo dooong, penasaran banget nih,”
“Nanti, kalo aku masuk kamar mandi intipin aja pake piroskop ciptaan kalian itu, hahaha..” Reyna tertawa terpingkal menutup wajahnya, tidak percaya dengan apa yang baru saja diucapkannya.

“Yaaa, paling ngga jangan ditutupin jilbab keq,” sungut Rivan, keqi atas ulah Reyna yang menertawakannya.
“Hihihi… Liat aja ya, jangan dipegang,” Ucap guru cantik itu dengan mata tertuju ke TV, lalu mengikat jilbabnya kebelakang.
“Kurang..”
TiketQQ Situs BandarQ Domino99 Poker QQ Online Terpercaya
“Apalagi? Bugil?” matanya melotot seolah-olah sedang marah, tetapi jantungnya justru berdebar kencang, menantang hatinya sejauh mana keberanian dirinya.
“satu kancing aja,”
“Dasar guru mesum,” Reyna lagi-lagi memeletkan lidahnya lalu kembali menolehkan wajahnya ke TV, namun tangannya bergerak melepas kancing atas.

Tapi tidak berhenti sampai disitu, karena tangannya terus bergerak melepas kancing kedua lalu menyibak kedua sisinya hingga semakin terbuka, membiarkan bongkahan berbalut bra itu menjadi santapan penasaran mata Rivan. Entah apa yang membuat Reyna seberani itu, untuk pertama kalinya dengan sengaja menggoda lelaki lain dengan tubuh nya.

“Punyamu pasti lebih kencang dibanding milik Anita,” sambung Rivan, matanya terus terpaku ke dada Reyna sambil mengusap-usap dagu yang tumbuhi jambang tipis, seolah menerawang seberapa besar daging empuk yang dimiliki wanita cantik itu. Tapi kata-kata Rivan justru membuat Reyna kaget, bingung sekaligus penasaran. “Hhmmm.. Ada hubungan apa antara dirimu dan Bu Nita?”

“Tidak ada, aku hanya menemani wanita itu, menemani malam-malamnya yang sepi,”
“Gilaaa.. Apa kamu… eeeenghhh,,,”

“Maksudmu aku selingkuhan Bu Anita kan? Hahaha…” Rivan memotong kalimat Reyna setelah tau maksud kalimat yang sulit diucapkan wanita itu. “Bisa dikatakan seperti itu, hehehe.. Tapi kami sudah mengakhirinya tepat seminggu yang lalu,”

“Kenapa?” sambar Reyna yang tiba-tiba penasaran atas isu skandal yang memang telah menyebar dikalangan para guru mesum. Rivan menghela nafas lalu menyandarkan tubuhnya. “Suaminya curiga dengan hubungan kami, meski Anita menolak untuk mengakhiri aku tetap harus mengambil keputusan itu, resikonya terlalu besar,”

“Apa kamu mencintai Bu Anita?”

Rivan tidak langsung menjawab tapi justru mengambil rokok dari kantongnya, setelah tiga jam lebih menahan diri untuk tidak menghisap lintingan tembakau dikantongnya, akhirnya lelaki itu meminta izin, “Boleh aku merokok?”

“Silahkan..” jawab Reyna cepat.

“Aku tidak tau pasti, Anita wanita yang cantik, tapi dia bukan wanita yang kuidamkan,” beber lelaki itu setelah menghembuskan asap pekat dari bibirnya. Tapi wajah wanita didepannya masih menunjukkan rasa penasaran, “lalu apa saja yang sudah terjadi antara dirimu dan Anita?” cecarnya.

“Hahahaha.. Maksudmu apa saja yang sudah kami lakukan?”

Wajah Reyna memerah karena malu, Rivan dengan telak membongkar kekakuannya sebagai seorang wanita dewasa. “Anita adalah wanita bersuami, artinya kau tidak berhak untuk menjamah tubuhnya,” ucap Reyna berusaha membela keluguan berfikirnya.

Rivan tersenyum kecut, mengakui kesalahannya, “Tak terhitung lagi berapa kali kami melakukannya, mulai dari dirumahku, dirumahnya, bahkan kami pernah melakukan diruang lab kimia, desah suaranya sebagai wanita yang kesepian benar-benar menggoda diriku, rindu pada saat-saat aku menghamburkan spermaku diwajah cantiknya.”

Seketika wajah Reyna terasa panas membayangkan petualangan, Anita, “Kenapa kamu tidak menikah saja?” tanya Reyna berusaha menetralkan debar jantungnya. “Belum ada yang cocok,” jawab Rivan dengan simpel, membuat Reyna menggeleng-gelengkan kepala, wanita itu mengambil teh dimeja dan meminumnya.
“Rey.. selingkuhan sama aku yuk..”

Brruuuuuffftttt…
Bibir tipis Reyna seketika menghambur air teh dimulutnya.

“Dasar guru mesum,” umpat Reyna membuang wajahnya, yang menampilkan ekspresi tak terbaca, kejendela yang masih mempertontonkan rinai hujan yang justru turun semakin deras.

“Aku masak dulu, lapar nih,” ucap Reyna, beranjak dari sofa berusaha menghindar dari tatapan Rivan yang begitu serius, jantungnya berdegub keras masih tidak percaya dengan apa yang diucapkan Rivan.

“Rey…” Panggilan Rivan menghentikan langkah wanita itu.
“Kenapa wajahmu jadi pucat begitu, tidak perlu takut aku cuma bercanda koq,” ujar lelaki itu sambil terkekeh.
“Siaaal, ni cowok sukses mengerjai aku,” umpat hati Reyna.

“Aku tau koq, kamu tidak mungkin memiliki nyali untuk menggoda guru super galak seperti aku,” ucapnya sambil memeletkan lidah. Diam-diam bibirnya tersenyum saat Rivan mengikuti ke dapur. Hatinya mencoba berapologi, setidaknya lelaki itu dapat menemaninya saat memasak.

Reyna dengan bangga memamerkan keahliannya sebagai seorang wanita, tangannya bergerak cepat menyiapkan dan memotong bumbu yang diperlukan, sementara Rivan duduk dikursi meja makan dan kembali berceloteh tentang kenakalan dan kegenitan para siswi disekolah yang sering menggoda dirinya sebagai guru mesum jomblo tampan.

“Awas aja kalo kamu sampai berani menyentuh siswi disekolah,” Reyna mengingatkan Rivan sambil mengacungkan pisau ditangan, dan itu membuat Rivan tertawa terpingkal.
“Ckckckck, mahir juga tangan mu Rey,” Rivan mengkomentari kecepatan tangan Reyna saat memotong bawang bombay.
“Hahaha… ayo sini aku ajarin..” tawar Reyna tanpa menghentikan aksinya.

Tapi Reyna terkejut ketika Rivan memeluknya dari belakang, bukan.. cowok itu bukan memeluk, karena tangannya mengambil alih pisau dan bawang yang ada ditangannya. “Ajari aku ya..” bisik Rivan lembut tepat ditelinganya.

Kepala wanita itu mengangguk, tersenyum tersipu. Tangannya terlihat ragu saat menyentuh dan menggenggam tangan Rivan yang ditumbuhi rambut-rambut halus. Perlahan pisau bergerak membelah daging bawang.

“tangan mu terlalu kaku, Hahahaa,”
“Ya maaf, tanganku memang tidak terlatih melakukan ini, tapi sangat terlatih untuk pekerjaan lainnya.”
“Oh ya? Contohnya seperti apa? Membuat periskop untuk mengintip siswi dikamar mandi? Hahaha,,,”

“Bukan, tapi tanganku sangat terampil untuk memanjakan wanita cantik seperti mu,” ucap lelaki itu, melepaskan pisau dan bawang, beralih mengusap perut Reyna yang datar dan perlahan merambat menuju payudara yang membusung.

“Hahaha, tidaak tidaaak, aku bukan selingkuhanmu, ingat itu,” tolak Reyna berusaha menahan tangan Rivan.
“Rey, jika begitu jadilah teman yang mesra untuk diriku, dan biarkan temanmu ini sesaat mengangumi tubuhmu, bila tanganku terlalu nakal kamu bisa menghentikanku dengan pisau itu, Deal?…”

Tubuh Reyna gemetar, lalu mengangguk dengan pelan, “Ya, Deaaal.” ucap bibir tipisnya, serak. Reyna kembali meraih pisau dan bawang dan membiarkan tangan kekar Rivan dengan jari-jarinya yang panjang menggenggam payudara nya secara utuh. Memberikan remasan yang lembut, memainkan sepasang bongkahan daging dengan gemas.

Mata Reyna terpejam, kepalanya terangkat seiring cumbuan Rivan yang perlahan merangsek keleher yang masih terbalut jilbab. Romansa yang ditawarkan Rivan dengan cepat mengambil alih kewarasan Reyna.

“Owwhhhh,” bibir Reyna mendesah, kakinya seakan kehilangan tenaga saat jari-jari Rivan berhasil menemukan puting payudara yang mengeras.
“Rivaaaan,” ucap wanita itu sesaat sebelum bibirnya menyambut lumatan bibir yang panas.

Membiarkan lelaki itu menikmati dan bercanda dengan lidahnya, menari dan membelit lidahnya yang masih berusaha menghindar. “Eeeemmhhh…” wajahnya terkaget, Rivan dalam hisapan yang lembut membuat lidah nya berpindah masuk menjelajah mulut lelaki itu dan merasakan kehangatan yang ditawarkan.

Menggelinjang saat lelaki itu menyeruput ludah dari lidahnya yang menari. Jika Reyna mengira permainan ini sebatas permainan pertautan lidah, maka wanita itu salah besar, karena jemari dari lelaki yang kini memeluknya penuh hasrat itu mulai menyelusup kebalik kancingnya.

“Boleh?”

Wanita berbalut jilbab itu tak berani menjawab, hanya memejamkan matanya dan menunggu keberanian silelaki untuk menikmati tubuhnya. Begitu pun saat tangan Rivan berusaha menarik keluar bongkahan daging padat yang membusung menantang dari bra yang membekap.

“Oooowwwhh, eemmppphhh,” tubuh Reyna mengejang seketika, tangan lentiknya tak mampu mengusir tangan Rivan, hanya mencengkram agar jemari lelaki itu tidak bergerak terlalu lincah memelintir puting mungilnya.

“Rey.. Kenapa kamu bisa sepasrah ini?.. Benarkah kamu menyukai lelaki ini?.. Bukan.. Ini bukan sekedar pertemanan Rey.. Meski kau tidak menyadari aku bisa merasakan bibit rasa suka dihatimu akan lelaki itu, Rey…” hati kecil Reyna mencoba menyadarkan. Tapi wanita itu justru berusaha memungkiri penghianatan cinta yang dilakoninya, berusaha mengenyahkan bisikan hati dengan memejamkan matanya lebih erat.

Wajahnya mendongak ke langit rumah, berusaha lari dari batinnya yang berteriak memberi peringatan. Pasrah menunggu dengan hati berdebar saat tangan Rivan mulai mengangkat dasternya keatas dan dengan pasti menyelinap kebalik kain kecil, menyelipkan jari tengah kecelah kemaluan yang mulai basah. QQ Online

“Ooowwwhhhhhhh,” bibirnya mendesah panjang, berusaha membuka kaki lebih lebar seakan membebaskan jari-jari Rivan bermain dengan klitorisnya.

Kurihiiiing…
Kurihiiiing…

Dering HP mengagetkan keduanya, membuat pergumulan birahi itu terlepas. Kesadaran Reyna mengambil alih seketika, dirinya semakin shock melihat nama yang tertera dilayar HP, ‘Mas Anggara’.

“Hallo mas, halloo,,” sambut Reyna diantara usahanya mengkondisikan jantung yang berdegup kencang.
“Mas sedang dimana, kenapa belum pulang?” ucap Reyna kalut dengan rasa takut dan bersalah yang begitu besar, seolah suaminya kini berdiri tepat didepannya.
“Mas masih dirumah sakit, mungkin tidak bisa pulang malam ini,” jawab suara besar diujung telpon.
“Iya.. Iya tidak apa-apa, Mas kerja saja yang tenang,”

Setelah mengucap salam, sambungan telpon dimatikan. Reyna berdiri bersandar dimeja, menghela nafas panjang lalu meneguk liur untuk membasahi kerongkongannya yang terasa sangat kering.

“Rivan, terimakasih untuk semuanya, tapi kau bisa pulang sekarang,”
“Tidak Rey, kita harus menyelesaikan apa yang sudah kita mulai,”

“Apa maksudmu?… Tidak.. Aku bukan seperti Anita yang kesepian, aku tidak memiliki masalah apapun dengan suamiku, keluarga yang kumiliki saat ini adalah keluarga yang memang kuidamkan…” wajah Reyna menjadi pucat saat Rivan mendekat menempel ketubuhnya, mengangkat dasternya lebih tinggi, memeluk dan meremas pantat yang padat berisi.

“Rivan, ingat!.. Kamu seorang guru, bukan pemerkosa..” didorongnya tubuh lelaki itu, tapi dekapan tangan Rivan terlalu erat.
“Yaa.. Aku memang bukan pemerkosa, aku hanya ingin menyelesaikan apa yang sudah kita mulai,”
“Gila kamu Rivan, aku adalah istri yang setia, tidak seperti wanita-wanita yang pernah kau tiduri ”
“Ohh ya?,,” Rivan tersenyum sambil menurunkan celananya dan memamerkan batang yang telah mengeras, batang besar yang membuat Reyna terhenyak.

Tiba-tiba dengan kasar Rivan mencengkram tubuh Reyna dan mendudukkan wanita itu diatas meja, dengan gerakan yang cepat menyibak celana dalam Reyna, batang besar itu telah berada didepan bibir senggama Reyna.

“Jangan Rivaaan, aku bisa berbuat nekat,” Reyna mulai menangis ketakutan, meraih garpu yang ada disampingnya, mengancam Rivan.
“Kenapa mengambil garpu, bukankah disitu ada pisau?” Rivan terkekeh, wajah yang tadi dihias senyum menghanyutkan kini berubah begitu menakutkan.
“Aaaaaaaaaaaggghh…” Rivan berteriak kesakitan saat Reyna menusukkan garpu ke lengan lelaki itu.

Lelaki itu menepis tangan Reyna, merebut garpu dan melemparnya jauh, darah terlihat merembes dikemeja lelaki itu. “Bila ingin mengakhiri ini seharusnya kau tusuk tepat di ulu hatiku,” ucapnya dengan wajah menyeringai sekaligus menahan sakit.

“Tidaaak Rivaaaan, hentikaaan,” Reyna berhasil berontak mendorong tubuh besar Rivan lalu berlari kearah kamar, tapi belum sempat wanita itu menutup kamar Rivan menahan dengan tangannya.

“Aaaaagghh…” Rivan mengerang kesakitan akibat tangannya yang terjepit daun pintu, lalu dengan kasar mendorong hingga membuat Reyna terjengkal.
“Dengar Rey.. Sudah lama aku menyukai mu, dan aku berusaha menarik perhatianmu dengan menentang setiap kebijakan mu,”

Dengan kasar Rivan mendorong wanita itu kelantai dan melucuti pakaiannya, Reyna berteriak meminta tolong sembari mempertahankan kain yang tersisa, tapi derasnya hujan mengubur usahanya. Lelaki itu berdiri mengangkangi tubuh Reyna yang terbaring tak berdaya, memamerkan batang besar yang mengeras sempurna, kejantanan yang jelas lebih besar dari milik suaminya.

Wanita itu menangis saat Rivan dengan kasar menepis tangan yang masih berusaha menutupi selangkangan yang tak lagi dilindungi kain. “Cuu.. Cukup Rivan, sadarlaaah..” sambil terus menangis Reyna berusaha menyadarkan, tapi usahanya sia-sia, mata lelaki itu terhiptonis pada lipatan vagina dengan rambut kemaluan yang terawat rapi.

Dengan kekuatan yang tersisa Reyna berusaha merapatkan kedua pahanya, namun terlambat, Rivan telah lebih dulu menempatkan tubuhnya diantara paha sekal itu dan bersiap menghujamkan kejantanannya untuk mengecap suguhan nikmat dari wanita secantik Reyna.

“Ooowwhhh… Vagina mu lebih sempit dibanding milik Anita,” desah Rivan seiring kejantanan yang menyelusup masuk ke liang si betina.

“Oohhkk.. Oohhkk..” bibir Reyna mengerang menerima hujaman yang dilakukan dengan kasar, semakin keras batang besar itu menghujam semakin kuat pula jari-jari Reyna mencakar tangan Rivan, air matanya tak henti mengalir.

Tubuhnya terhentak bergerak tak beraturan, Rivan menyetubuhinya dengan sangat kasar. Wajah lelaki itu menyeringai saat melipat kedua paha Reyna keatas, memberi suguhan indah dari batang besar yang bergerak cepat menghujam celah sempit vagina Reyna.

“Sayang, aku bisa merasakan lorong vaginamu semakin basah, ternyata kamu juga menikmati pemerkosaan ini, hehehe”

Plak…

Pertanyaan Rivan berbuah tamparan dari tangan Reyna, tapi lelaki itu justru tertawa terpingkal, lidahnya menjilati jari-jari kaki Reyna yang terangkat keatas dengan pinggul yang terus bergerak menghujamkan batang pusakanya. Puas bermain dengan kaki Reyna, tangan lelaki itu bergerak melepas bra yang masih tersisa.

“Ckckckck… Sempurna, sejak dulu aku sudah yakin payudaramu lebih kencang dari milik Anita,”

Tubuh Reyna melengkung saat putingnya dihisap lelaki itu dengan kuat. “Oooooouugghh..”

“Pasti Anita malam ini tidak bisa tidur karena menunggu batang kejantanan yang kini sedang kau nikmati, Oowwhhh kecantikan, keindahan tubuh dan nikmatnya vaginamu benar-benar membuatku lupa pada beringasnya permainan Anita,” ucap Rivan, membuat Reyna kembali melayangkan tangannya kewajah lelaki itu.

“Bajingan kamu, Van..” umpat wanita itu, tapi tak berselang lama bibirnya justru mendesah saat lidah Rivan bermain ditelinganya. “Oooowwwhhhhh….”
“Hehehe…akuilah, jika kamu juga menikmati pemerkosaan ini, rasakanlah besarnya penisku divagina sempit mu ini,”

Mata wanita itu terpejam, air matanya masih mengalir dengan suara terisak ditingkahi lenguhan yang sesekali keluar tanpa sadar. Hatinya berkecamuk, sulit memang memungkiri kenikmatan yang tengah dirasakan seluruh inderanya.

“Reeeey… Sadarlah, kamu wanita baik-baik, seorang istri yang setia, setidaknya tutuplah mulut nakal mu itu,” teriak hatinya mencoba mengingatkan, membuat airmata Reyna semakin deras mengalir.

Yaa.. meski hatinya berontak, tapi tubuhnya telah berkhianat, pinggulnya tanpa diminta bergerak menyambut hentakan batang yang menggedor dinding rahim. Rivan tersenyum penuh kemenangan.

“Berbaliklah, sayang,” pintanya.

Tubuh Reyna bergerak lemah membelakangi Rivan, pasrah saat lelaki itu menarik pantatnya menungging lebih tinggi, menawarkan kenikmatan dari liang senggama yang semakin basah. Jari-jari lentiknya mencengkram sprei saat lelaki dibelakang tubuhnya menggigiti bongkahan pantatnya dengan gemas.

“Oooowwwhhhh… Eeeeeenghhh..” pantat indah yang membulat sempurna itu terangkat semakin tinggi ketika lidah yang panas memberikan sapuan panjang dari bibir vagina hingga keliang anal.

Rasa takut dan birahi tak lagi mampu dikenali, matanya yang sendu mencoba mengintip pejantan yang membenamkan wajah tampannya dibelahan pantat yang bergetar menikmati permainan lidah yang lincah menari, menggelitik liang vagina dan anusnya, suatu sensasi kenikmatan yang tak pernah diberikan oleh suaminya.

Isak tangis bercampur dengan rintihan. Hati yang berontak namun tubuhnya tak mampu berdusta atas lenguhan panjang yang mengalun saat batang besar Rivan kembali memasuki tubuhnya, menghantam bongkahan pantatnya dengan bibir menggeram penuh nafsu.

Begitupun saat Rivan meminta Reyna untuk menaiki tubuhnya, meski airmatanya jatuh menetes diatas wajah sipejantan tapi pinggul wanita itu bergerak luwes dengan indahnya menikmati batang besar yang dipaksa untuk masuk lebih dalam.

“Aaaawwhhhh Rey… Boleh aku menghamilimu?” ucap Rivan saat posisinya kembali berada diatas tubuh Reyna, menunggangi tubuh indah yang baru saja meregang orgasme.

Wanita itu membuang wajahnya, bibirnya terkatup rapat tak berani menjawab hanya gerakan kepala yang menggeleng menolak, matanya begitu takut beradu pandang dengan mata Rivan yang penuh birahi.

Batang besar Rivan bergerak cepat, orgasme yang diraih siwanita membuat lorong senggamanya menjadi sangat basah. Hentakan pinggul lelaki itu begitu cepat dan kuat seakan ingin membobol dinding rahim, memaksa Reyna berpegangan pada besi ranjang penikahannya untuk meredam kenikmatan yang didustakan.

“Reeeeey.. Boleh aku menghamilimuuu?.. Aaaagghhh, cepaaaaat jawaaaaaaaab,” teriak Rivan yang menggerakkan pinggulnya semakin cepat.

Reyna menatap Rivan dengan kepala yang menggeleng. “Jangaaan.. kumohooon jangaaaan… Rivan tersenyum menyeringai “Kamu yakin? Tidak ingin merasakan sensasi bagaimana sperma lelaki lain menghambur dirahim mu?”

Plaaak..

Reyna kembali menampar wajah Rivan untuk yang kesekian kalinya, tapi kali ini jauh lebih keras. Wanita menjerit terisak, tapi kaki jenjangnya justru bergerak melingkari pinggul silelaki, tangannya memeluk erat seakan ingin menyatukan dua tubuh.

Tangis Reyna semakin menjadi, menangisi kekalahannya. Tangannya menyusuri punggung Rivan yang berkeringat lalu meremas pantat yang berotot seakan mendukung gerakan Rivan yang menghentak batang semakin dalam.

“Kamu jahaaaaat Rivaaaan.. jahaaaaat..” teriak Reyna seiring lenguh kenikmatan dari bibir silelaki.

Menghambur bermili-mili sperma dilorong senggama, menghantar ribuan benih kerahim siwanita yang mengangkat pinggulnya menyambut kepuasan silelaki dengan lenguh orgasme yang kembali menyapa, tubuh keduanya mengejat, menggelinjang, menikmati suguhan puncak dari sebuah senggama tabu.

BACA JUGA : Liarnya Pesta Seks Anak SMP

“Kenapa kau mempermainkan aku seperti ini,” isak Reyna dengan nafas memburu, tangannya masih meremasi pantat berotot Rivan yang sesekali mengejat untuk menghantar sperma yang tersisa kerahim si wanita.

“Karena aku mencintaimu,” bisik lembut si penjantan ditelinga betina yang membuat pelukannya semakin erat, membiarkan tubuh besar itu berlama-lama diatas tubuh indah yang terbaring pasrah. Membisu dalam pikiran masing-masing.

“Apa kamu bersedia menjadi teman selingkuhku?”

Reyna menggeleng dengan cepat, “Aku tidak berani, Rivan, Ooooowwhhhhhh..” wanita itu melepaskan pagutan kakinya dan mengangkang lebar, membiarkan silelaki kembali menggerakkan pingulnya dan memamerkan kehebatan kejantanannya dicelah sempit vagina Reyna.

“Tapi bagaimana bila aku memaksa?..”

“Itu tidak mungkin Oooowwhhh… Aku sudah bersuami dan memiliki anak, aaaahhhhhh…” Reyna menggelengkan kepala, berusaha kukuh atas pendirian, meski pinggul indahnya bergerak liar, tak lagi malu untuk menyambut setiap hentakan yang menghantar batang penis kedalam tubuhnya.

Reyna tak ingin berdebat, tangannya menjambak rambut Rivan saat bibir lelaki itu kembali berusaha merayu, membekap wajah Rivan pada kebongkahan payudara dengan puting yang mengeras.

“Kamu jahat, Van.. Tak seharusnya aku membiarkan lelaki lain menikmati tubuhku.. Ooowwwhh.. Ooowwwhhh…”

Setelahnya tak ada lagi kalimat lagi yang keluar selain desahan dan lenguhan dan deru nafas yang memburu. Hingga akhirnya bibir Rivan bersuara serak memanggil nama si wanita.

“Reeeeey… Boleeeehkaaan?”

Reyna menatap sendu wajah birahi Rivan, dengan kesadaran yang penuh wanita itu mengangguk lalu merentang kedua tangan dan kakinya, memberi izin kepada silelaki untuk kembali menghambur sperma kedalam rahimnya.

“Reeeey..” panggil lelaki itu kembali, membuat siwanita bingung, sementara tubuhnya telah pasrah menjadi pelampiasan dari puncak birahi Rivan.

Dengan wajah memelas tangan Rivan bergerak mengusap wajah Reyna, telunjuknya membelah bibir tipis siwanita.

“Dasar guru mesum, ” ucap Reyna sambil menampar pipi Rivan tapi kali ini dengan lembut,
“kamu menang banyak hari ini, Van..” ucapnya lirih dengan mata sembap oleh air mata.
“Boleeeh?..”

Reyna memalingkan wajahnya, lalu mengangguk ragu. Rivan bangkit mencabut batangnya lalu mengangkangi wajah guru cantik itu. Sudut mata Reyna menangkap wajah tampan silelaki yang menggeram sambil memainkan batang besar tepat didepan wajah nya.

Jemari lentiknya gemetar saat mengambil alih batang besar itu dari tangan Rivan. Memberanikan diri untuk menatap lelaki yang mengangkangi wajahnya, kepasrahan wajah seorang wanita atas lelaki yang menikmati tualang birahi atas tubuhnya.

“Aaaaaaaagghhh.. Aaaaagghhh.. Reeeeey..” wajah Rivan memucat seiring sperma yang menghambur kewajah cantik yang menyambut dengan mata menatap sendu. “Aaaaaagghhhh.. Sayaaaaaang..”

Tak pernah sekalipun Reyna menyaksikan seorang pejantan yang begitu histeris mendapatkan orgasmenya, dan tak pernah sekalipun Reyna membiarkan seorang pejantan menghamburkan sperma diwajah cantiknya. Dengan ragu Reyna membuka bibirnya, membiarkan tetesan sperma menyapa lidahnya. Batang itu terus berkedut saat jari lentik Reyna yang gemetar menuntun kedalam mulutnya.

Menikmati keterkejutan wajah Rivan atas keberaniannya. Bibirnya bergerak lembut menghisap batang Rivan, mempersilahkan lelaki itu mengosongkan benih birahi didalam bibir tipisnya.

“Ooooooowwwhhhhh.. Reeeeeeeey…” Rivan mengejat, menyambut tawaran Reyna dengan beberapa semburan yang tersisa.
“Cepatlah pulang.. Aku tidak ingin suamiku datang dan mendapati dirimu masih disini,” pinta Reyna setelah Rivan sudah mengenakan kembali seluruh pakaiannya.
“Masih belum puas?.. dasar guru mesum,” ucapnya ketus saat Rivan memeluk dari belakang.
“aku bukanlah selingkuhan mu, catat itu,” Reyna menepis tangan Rivan.

“Yaa.. Aku akan mencatatnya disini, disini, dan disini..” jawab Rivan sambil menunjuk bibir tipis Reyna, lalu beralih meremas payudara yang membusung dan berakhir dengan remasan digundukan vagina.

“Dasar gila ni cowok,” umpat hati Reyna, yang kesal atas ulah Rivan tetap terlihat cuek setelah apa yang terjadi.

Reyna menatap punggung Rivan saat lelaki itu melangkah keluar, hujan masih mengguyur bumi Jakarta dengan derasnya, dibibir pintu lelaki itu berhenti dan membalikkan tubuhnya, menampilkan wajah serius.

“Maaf Rey, sungguh ini diluar dugaanku, semua tidak lepas dari khayalku akan dirimu, tapi aku memang salah karena mencintai wanita bersuami, Love you Rey..” ucap Rivan lalu melangkah keluar kepelukan hujan.

“Rivaaan.. Love u too,” teriak Reyna dengan suara serak, membuat langkah Rivan terhenti
“Tapi maaf aku tidak bisa jadi selingkuhanmu.” lanjutnya.

“Mamaaaaaa, Elminaaaa pulaaaaang,” teriak seorang bocah dengan ceria, coba mengagetkan wanita yang sibuk merapikan tempat tidur yang berantakan, gadis kecil itu langsung menghambur memeluk tubuh Reyna, ibunya.

Usaha gadis itu cukup berhasil, Reyna sama sekali tidak menduga, Ermina, putri kecilnya yang beberapa hari menginap ditempat kakeknya dijemput oleh suaminya.

“Ini buat mama dari Elmina,” ucapnya cadel, menyerahkan balon gas berbentuk amor yang melayang pada seutas tali. “Elmina kangen mamaa, selamat valentine ya, ma, Semoga mama semakin cantik dan sehat selalu..”

Wajah mungil itu tersenyum ceria, senyum yang begitu tulus akan kerinduan sosok seorang ibu. Reyna tak lagi mampu membendung air mata, menatap mata bening tanpa dosa yang menunjukkan kasih sayang seorang anak. Sementara dibelakang gadis itu berdiri suaminya, Anggara, sambil menggenggam balon yang sama.

“Selamat valentine, sayang,” ucap Anggara, tersenyum dengan gayanya yang khas, senyum lembut yang justru mencabik-cabik hati Reyna.

Seketika segala sumpah serapah tertumpah dari hatinya, atas ketidaksetiaannya sebagai seorang istri, atas ketidak becusannya menyandang sebutan seorang ibu.

“Maafin Mama, sayang,” ucap Reyna tanpa suara, memeluk erat tubuh mungil Ermina, terisak dengan tubuh gemetar. “Maafin mama, Pah,”

Tengah malam, Reyna berdiri dibalik jendela, menatap gulita dengan gundah. Suaminya dan Ermina telah terlelap.

PING!…

Tanpa hasrat wanita itu membuka BBM yang ternyata menampilkan pesan dari Rivan.

“Besok pukul 12 aku tunggu di lab kimia, ”

Jemari kiri Reyna erat menggenggam tangan suaminya yang tengah pulas tertidur, sementara tangan kanannya menulis pesan dengan gemetar. “Ya, aku akan kesitu, TiketQQ 










Share:

Kamis, 21 Mei 2020

Liarnya Pesta Seks Anak SMP


Liarnya Pesta Seks Anak SMP - Ini ceritaku sekitar 7 tahun yang lalu di mana aku masih menduduki bangku SMP kelas. “Kita temanan saja ya, man.. .” jawab Ayu. Sebenarnya aku sudah jatuh hati dengan Ayu sejak kelas 1 SMP. Sejak kelas 1 pun aku sudah melakukan pendekatan, tetapi Ayu selalu saja menolakku dengan berbagai alasan. Katanya aku adalah teman terbaiknya, tidak lebih, kadangpun dia menjawab bahwa kami belum cukup umur untuk pacaran. Memang kalau seumuran anak SMP belum saatnya pacaran, tapi aku sudah sangat suka dengan Ayu, bayangkan saja, sudah 2 tahun lebih aku menunggu cintanya.

Sedangkan teman-teman lain juga pacaran, mereka juga tidak memandang usia. Aku tidak tahu apa yang ada di pikiran Ayu, apa aku bukan tipe nya atau dia memang belum siap untuk pacaran. Wajahnya yang manis, dengan tubuh yang sexy, membuat cowok-cowok di SMP swasta ternama di kota kami ini tidak berkedip mata melihatnya. Rambutnya yang panjang terurai hingga ke punggung memperlihatkan dia semakin mempesona, bagai seorang tuan putri. Banyak cowok-cowok juga yang mengejarnya, tapi Ayu selalu menolaknya. Bahkan saking kesalnya aku biasanya berkelahi dengan cowok-cowok yang mendekati Ayu.

Bagaimana tidak geram, aku sudah mendekatinya sejak kelas 1, aku bahkan tidak pernah menyolek atau memegangnya, tapi cowok- cowok bajingan lain kerap menjahilinya, menggodanya, menyolek atau pura-pura tak sengaja menyenggolnya.Aku sebenarnya termasuk anak baik-baik, tapi kalau sedang kesal, aku tidak segan-segan berkelahi dengan anak-anak nakal di sekolah kami. Aku tidak lah takut sama sekali dengan mereka, kalaupun kalah, mereka akan siap-siap babak belur oleh preman yang aku bayar. Bukan memuji diri sendiri, tapi aku masih heran dengan kemauan Ayu, karena menurut aku, dari segi penampilan, aku tidak lah jelek, teman-teman pun sering bilang aku ini cakep.

Kalau masalah ekonomi, hidup keluarga kami bisa dikatakan lebih dari bercukupan, papa ku seorang boss, dia punya banyak gudang beras di mana mana. Walaupun aku kurang dekat dengan papa, aku tahu dia selalu sibuk dengan bisnisnya yang sudah sampai ke luar negeri. Mama ku juga begitu, tiap hari belanja, ke salon, arisan sama teman-temannya, hanya bisa memberikan uang sebanyak apa yang aku pinta. Sebenarnya banyak cewek-cewek yang mengejarku, tapi bagiku di hati ku cuma layak untuk seseorang yang ku cintai, yaitu Ayu.

Tiap hari tak henti aku terus mencoba meluluhkan hati Ayu. Hingga semester akhir tiba, hatiku semakin gundah, aku tidak tahu dia akan melanjutkan sekolah menengah atas di mana. Walaupun masih lama, tapi aku tidak mau jauh darinya. Akhirnya ku utus teman baik ku, Taro, bahkan sudah ku anggap seperti keluargaku, untuk mencari informasi mengenai masalah lanjut sekolah itu.

Taro orangnya sangat baik, dia selalu memberi masukkan untukku, dan dia pun selalu patuh padaku. Orang tua nya sudah mengabdi lama di keluarga kami, sudah bertahun-tahun, bahkan sebelum kami di lahirkan. Ayah Taro menjadi sopir pribadi papa ku, dan ibu Taro menjadi pembantu rumah tangga di rumahku. Mungkin itu sebabnya Taro selalu menuruti apa kataku.

Dua hari setelah menugaskannya, Taro pun mendapatkan informasi. Tetapi bukan informasi yang ku pinta, melainkan informasi yang jauh lebih penting lagi. Kami bertemu di tempat biasa kami kumpul, waktu itu sekitar pukul 19.15 , cafe yang sering kami kunjungi ini kalau malamnya sangat sepi, jadi kami lebih senang berkumpul malam hari. Café sederhana yang duduknya hanya lesehan sebenarnya lebih cocok dibilang pondok. Dengan pohon-pohon rindang mengelilingi cafe ini, terasanya nyaman sekali untuk tempat bersantai. Tak heran cafe yang kami sebut markas ini, jikalau siangnya ramai sekali.

Ramai dengan anak-anak sekolah yang sedang bolos sekolah. Malam itupun, kami berkumpul, seperti biasa aku selalu mengajak teman-teman baikku, Taro, Iskandar, Marwan, Budi dan Eko. Duduk di lesehan paling ujung adalah kegemaran kami. Suasana sepi, setelah berbincang-bincang lama, seperti biasa, pelayan yang lambat baru datang membawa menu pesanan. Yang lain sedang memilih menu wajar yang biasa tersedia di cafe-cafe lainnya, sedangkan Taro sudah beralih ke topic penting yang harus aku dengarkan tersebut.
TiketQQ Situs BandarQ Domino99 Poker QQ Online Terpercaya
Taro mengeluarkan beberapa lembar foto, awalnya aku tidak mengerti maksudnya. “Ayu sudah punya pacar, man… ” Mendengar kata-katanya hati ku langsung tidak karuan. Apalagi melihat sekitar 5 foto itu, hatiku seperti tersobek-sobek, sakit sekali. Foto itu terlihat Ayu sedang berjalan dengan berpegangan tangan dengan seorang cowok, cowok yang kelihatannya lebih tua dari kami. “Saya mengikutinya hingga ke mall, itu cowoknya…”, jelas Taro sambil menunjuk ke arah foto. Namanya Alexander, seorang mahasiswa di perguruan tinggi di kota kami, melihat dan mendengar semua itu, rasanya air mata ku akan mengalir keluar. Teman-teman coba menghiburku, aku malah meneteskan air mata.

Aku berusaha untuk tegar, kemudian ku rebut daftar menu dari teman-teman, dan ku sampaikan pada pelayan, “lima botol guinness…”. Taro terheran- heran, “Herman, jangan gila begitu, masih banyak cewek koq di dunia ini, jangan sampai kau rusak masa depanmu itu…” Aku memang tidak pernah mencoba dengan minuman beralkohol ini, jangankan rasanya bagaimana, bentuk botolnya gimana pun aku belum tahu, hanya ku lihat di menu dan ku sebutkan merk nya. “Ganti teh panas saja mas…”, sahut Taro mengganti menuku. Ku pandang Taro dengan tatapan kesalku, dan kemudian kusampaikan lagi ke pelayan tersebut “lima botol guinness, tambah rokok LA lima bungkus…”.

Aku mau teman-teman menemaniku untuk malam ini. Semua hanya terdiam melihat pelayan berlalu dan kembali membawakan pesananku. Ku minta Taro menjelaskan semuanya, semua informasi yang telah dikumpulkannya. Ternyata Ayu baru jadian dua hari dengan Alexander, itupun karena mereka dijodohkan, orang tua Ayu dan orang tua Alexander adalah teman baik. Malam itu aku hanya bisa mencoba tegar, dan menikmati hal-hal baru ku, belajar minum bir hitam dan merokok. Apa memang karena slogannya, setelah menghisap rokok, aku agak sedikit enjoy rasanya, atau ini pengaruh minuman beralkohol yang aku konsumsi? Teman-teman yang menemaniku pun mulai terbawa suasana, mereka ikut menghabiskan pesananku, bahkan kembali menambah minuman dan rokok.

Melihat arloji sudah menunjukkan pukul 23.23 Taro segera mengajakku untuk pulang. Tapi aku malah mengajak mereka melanjutkan pesta kami di tempat karaoke keluarga yang baru buka di sekitar kompleks perhotelan. Semua sepertinya senang menemaniku. Menyanyikan lagu-lagu putus cinta untukku. Dengan kondisi mabuk, kami berpesta karaoke hingga jam 02.30 baru pulang ke rumah. Aku sudah tak sadarkan diri lagi, Taro lah mengantarkanku pulang, katanya aku sudah teler dan langsung tidur nyenyak. Alarm hp nokia n-gage ku yang sedang trend di zaman ini berbunyi, pertanda sudah jam 06.15 pagi, sebenarnya aku sangat capek sekali, tapi aku ingin ketemu Ayu untuk memastikan semua ini. Segera aku bergegas mandi agar lebih segar. Pengaruh alkohol sudah tidak terasa, hanya agak ngantuk saja, mataku pun sedikit bengkak akibat ngembun dan menangis. “Semalam ke mana, man?”, tanya mama yang sedang sarapan di ruang makan. “Buat tugas kelompok ma, sama Taro”, jawabku walau dalam hati sedikit kesal, mama kan tidak peduli dengan aktivitasku. Mendengar aku bersama Taro, mama tidak tanya apa-apa lagi, dia seakan lebih percaya dengan Taro dibanding dengan anaknya sendiri. Ku ambil sebuah roti dan langsung bergegas ke luar dari rumah.

Seperti biasa ku hidupkan motor kawasaki ninja 150 RR ku dan menjemput Tono yang rumahnya tak jauh dari rumah kami. Walaupun belum cukup umur, tapi aku sudah mempunyai sim c bahkan sim a, ini semua karena permintaanku ke papa, mungkin papa membayar sejumlah uang agar aku bisa mempunyai sim tersebut. Memang benar, ada sedikit manipulasi yang terjadi, tahun lahir di sim ku jauh lebih tua dengan tahun lahir ku yang sebenarnya.

Sampai di sekolah, aku hanya bersikap wajar-wajar saja. Ku yang duduk di belakang selalu memandang Ayu yang duduk di bangku barisan terdepan. Aku memang merencanakan jam istirahat baru membahasnya dengan Ayu. Tak sabar aku menunggu tibanya jam istirahat, hatiku memang sakit sekali, tapi aku tak mau terlihat cengeng untuk hal ini.

Saat-saat yang ditunggu pun tiba, aku biasanya memang mengajak Ayu makan di kantin, di sana aku coba bertanya padanya. Ayu pun mengakuinya, dia menjelaskan semuanya. Mendengar bahwa informasi dari Taro adalah benar, aku lebih tidak tenang, hatiku seperti hancur lebur, ku tak mampu lagi menahan air mataku. Aku bangkit dan meninggalkan meja tempat aku dan Ayu makan, tanpa kata-kata, aku berlari ke kelas, ku ajak Taro segera bereskan tas.

Menyalakan ninja 150RR ku dan segera ku bonceng Tono keluar dari sekolah kami yang tak pernah ditutup gerbangnya. Tono mengerti keadaanku, dia tidak mau protes sama sekali kami bolos untuk hari ini, dia pun mengerti. Air mata ku terus mengalir, dan aku tidak mempunyai tujuan. Akhirnya ku putuskan untuk santai saja di ‘markas’ kami. Seperti yang ku bilang sebelumnya, markas kami selalu ramai di siang hari, penuh dengan anak sekolah yang bolos, kali ini termasuk kami. Untungnya lesehan di ujung pas kosong,

sedangkan lesehan lain penuh sekali. Mungkin jodoh kami memang di lesehan favorit kami ini. Kembali ku pesan seperti menu semalam, guinness dan LA, kemudian ku telpon temanku yang lain, Iskandar, Marwan, Budi dan Eko. Aku kira mereka tidak mau peduli lagi denganku, karena mereka tidak menjawab panggilanku, tapi selang beberapa menit, ku terima sms dari Marwan ‘Ad ap man? Lg pel fisika’. Membaca sms itu aku baru sadar, mereka kan lagi sekolah, dan jam sekarang memang pelajaran fisika yang gurunya dicap killer. ‘Kami lg di markas, sempat lgsung ksni’ balas ku. ‘Ok, lepas jam ini’ jawab sms Marwan.

Dalam pikiranku, aku hanya butuh penenangan diri. Lesehan di sini hanya di sekat kayu kecil tidak setinggi lutut, sangat memudahkan kami untuk memandang ke lesehan sebelah. Ku lihat di lesehan sebelah ada 3 cewek smp, dari seragam mereka kelihatan mereka dari sekolah negeri. Gaya mereka sangat centil, duduk seronok dengan ngangkang dan terlihat cd mereka di balik rok yang tersingkap. Padahal dari segi face, mereka tidak jelek, bagiku masih ada point 65 – 75, tapi gerak-gerik mereka mencerminkan mereka hanya cewek- cewek nakal.

Tak lama pesanan kami pun datang, aku minta Taro segera membukanya, dan aku mngeluarkan hp ku untuk mengerjakan rencana lain. Ku telepon preman yang biasa aku bayar, aku minta mereka mengerjai Alexander, kuberitahu mereka semua tentang Alexander, dan mereka setuju. Aku hanya tinggal menunggu hasil dan membayar pekerjaan mereka. Kali ini aku tidak mau turun langsung, karna aku tak mau kejadian ini diketahui oleh Ayu.

“Mas, pinjam tokai donk…”, minta seorang cewek smp yang ada di lesehan sebelah sambil mencoba menyalakan korek gas nya yang sama sekali tidak bisa menyala. Aku pun meminjamkan korek gas ku, walaupun aku sedikit iba dengan mereka, cewek tapi merokok. Padahal aku sangatlah tahu mengenai efek negatif dari merokok dan minuman beralkohol, tapi aku sendiri masih juga melakukannya. “Thanks ya mas…”, cewek tadi mengembalikan korek gas dengan plus sedikit senyuman, cukup manis menurutku. “Gak takut bahaya rokok?”, tanyaku yang sedikit penasaran melihat mereka cewek-cewek tapi merokok. “Emang mas sendiri gimana? Hahahaha”, balasnya dengan nada centil. Mendengar itu teman-temannya yang lain pun ikut tertawa.

Mereka mungkin punya masalah sepertiku, tidak memiliki cinta, bermasalah di sekolah atau kurangnya perhatian orang tua. Kemudian kami berbincang-bincang, aku yang sedikit penasaran dengan mereka, mengajak mereka untuk bergabung bersama. Kelihatannya mereka sangat senang, dan langsung bergabung kemudian meminum bir dari botol yang ada di meja kami. Kamipun kemudian berkenalan, cewek yang tadi meminjam korek gas bernama Aninda, mungkin itu nama panggilannya saja, karena kulihat di seragamnya tercantum nama Shanty Larasati. Temannya bernama Lisa dan Widya.

Mereka bertiga memang tidak begitu cantik, namun wajah mereka yang berkulit sedikit agak gelap dengan tubuh yang sintal dan rambut lurus terurai sampai ke punggung, serta senyum yang manis, mereka lebih layak dibilang kelompok si hitam manis. Kami pun melanjutkan pesta sambil berbagi cerita, ternyata mereka melarikan diri dari pelajaran IPS yang paling tidak mereka sukai.

Ku tambah lagi pesanan karena sudah habis, ternyata cewek ini juga doyan sekali minum minuman beralkohol. Beriringan dengan datangnya pesanan, ternyata Iskandar, Marwan, Budi dan Eko pun juga sudah sampai. “Kenalkan teman-temanku…”, aku memperkenalkan teman-temanku yang baru saja sampai.

Kami pun melanjutkan pesta kami sambil berbagi cerita. Aninda banyak mengajarkanku untuk belajar tabah. Dia lebih banyak masalah lagi dibandingkan aku, tapi dia hanya mencoba untuk hidup enjoy. Kami diajarkan hidup yang bersenang-senang, karena dengan itu kita bisa melupakan beban kita. Suasana sangat menyenangkan, aku merasa mereka adalah kawan baik untukku.

Hari pun mulai gelap, kami pun sadar kami sudah mabuk akibat minuman berakohol ini. Aku sadar aku menciptakan penyakitku sendiri, jatuh dalam jurang di mana akan muncul berbagai penyakit akibat rokok dan minuman keras. Hanya dua hari saja aku sudah menghabiskan belasan botol bir dan belasan bungkus rokok. “Kita lanjutin pesta di rumahku saja, kebetulan rumah lagi kosong…”, ajak Aninda.  QQ Online

Teman-teman semua sudah tidak bisa mengendalikan diri lagi, dipikiran mereka hanya ingin bersenang-senang. Kadang terpikir dibenakku, aku sangatlah berdosa, telah meracuni teman-teman baikku untuk hal yang tidak baik. Mereka semua sangat menyetujui pendapat Aninda.

Setelah menyelesaikan pembayaran, kami pun meninggalkan markas. Dalam perjalanan, kami masih singgah ke warung untuk beli bir dan rokok, serta makanan cemilan seperti kerupuk dan kacang. Aku sudah tidak peduli lagi, dua hari ini telah menghabiskan uang jutaan Rupiah, karena bagiku uang bukanlah segalanya, perasaan hepi lebih aku utamakan.

Rumah Aninda tidaklah besar, tetapi tidak juga kecil, ada di ujung gang yang masih jarang penghuninya. Gangnya kecil, becek karena gang tersebut hanya ditimbun tanah basah yang susah kering, kiri kanan hanya semak belukar, bahkan pertengahan ada sawah. Tidak ada penerangan jalan, sungguh gelap, hanya diterangi cahaya lampu motor kami. Rumah Aninda diujung sekali, daerah yang sepi sekali, mungkin rumah mereka dirampok juga tidak ada warga yang tahu.

Kami sudah sampai di rumahnya, kamipun duduk di ruang tamu dan segera membuka dus guinness yang aku beli tadi. Ruang tamunya terlihat luas karena tidak ada kursi, kami hanya duduk di lantai yang terbuat dari papan. Cuma dindingnya saja yang menggunakan material semen, yang lainnya masih menggunakan papan.

Sebuah televisi tabung ukuran 14 inchi merek JVC dan VCD player GMC terletak di sudut ruangan.Aku dan Aninda duduk berdekatan, dia sepertinya ada maksud denganku, kamipun kembali bercerita sambil melanjutkan pesta. Mungkin karena mabuk, Aninda cerita banyak kepadaku, dan lebih seperti curhat. Dia menceritakan segalanya dan aku hanya menjadi pendengar yang baik. Orang tua nya telah bercerai sejak dia lahir, ayahnya meninggalkan dia dan ibunya. Mereka selalu hidup susah, ibunya tiap hari banting tulang demi menghidupi dia, subuh sudah berangkat kerja dan tengah malam baru pulang kerja.

Bahkan kadang-kadang tidak pulang ke rumah, seperti hari ini, ibu Aninda sudah pesan ke Aninda baru akan pulang minggu depan. Aninda sendiri tidak tahu apa kerjaan ibunya. Rumah mereka pun numpang, katanya itu dipinjamkan oleh teman ibunya yang sedang berbaik hati. Ku pandang ke dinding, ada foto Aninda dan ibunya, ibunya masih muda, mungkin sekitar umur 30an, wajahnya mirip dengan Aninda, manis sekali.

“Da, toilet di mana?”, tanyaku yang sudah sangat kebelet pipis. “Ada di ujung sebelah kiri”, jawab Aninda. Aku pun berdiri dan coba berjalan ke ujung rumah, agak sempoyongan akibat pengaruh alkohol. Tiba-tiba aku merasakan ada yang memegang tanganku, jari-jari yang lembut, ternyata itu Aninda, dia membantu menuntunku hingga ke toilet. Kepalaku sedikit pusing, aku yakin Aninda pun sudah mabuk, dia terus menggenggam tanganku padahal aku sudah masuk ke toilet. Tangan kananku dipegang erat olehnya, sehingga terpaksa aku coba menurunkan resleting celana smp ku dengan tangan kiri.

Susah sekali dengan satu tangan, apalagi dengan kondisi ku yang sedang mabuk berat gini. Selanjutnya aku melihat bayang-bayang, ada tangan dari belakang tubuhku membantuku membuka resleting, bahkan melorotkan celanaku. Aku tahu itu adalah tangan Aninda, karena tangan kananku sudah lepas dari genggamnya. Aku tak peduli, seolah rasa malu ku telah hilang. Sampai Aninda memplorotkan celana dalamku, aku masih tidak merasa malu, apakah rasa maluku sudah dihilang akibat mabuk? Sampai ia memegang penisku dan mengarahkannya agar aku bisa buang air kecil.

Kami sama sekali tidak malu dengan apa yang telah terjadi. Pengaruh alkohol juga sudah membuat Aninda tidak dapat mengendalikan dirinya. Setelah menyelesaikan pipisku, Aninda malah maju menghadapku, ia berjongkok kemudian mengulum kemaluanku. Oh, sungguh nikmat sekali, ini kah surga duniawi yang belum pernah kurasakan. Layaknya gadis yang sudah berpengalaman, Aninda mengulum dan sesekali mengocok penisku dengan tangannya. Nafsu ku sudah mulai naik, dan penisku sudah sangat tegang sekali.

Selang puluhan menit kemudian, penisku mengejang dan menyemprotkan sperma ke dalam mulut Aninda yang hangat. Ku lihat Aninda menelan sperma yang ku semprotkan, bahkan dia terus mengulum dan membersihkan sisa-sisa sperma yang menetes di penis aku, Aninda kelihatan sangat menikmatinya. Jujur saja, ini pengalaman pertama ku, ternyata benar-benar menyenangkan. Segera aku betulkan celanaku, kami takut teman- teman curiga.

Bergegas kami segera menuju ke ruang tamu. Tapi apa yang kami temukan? Sebuah pemandangan yang sangat mengagetkan kami. Semua teman kami sudah telanjang bulat, Lisa sedang digagahi Iskandar, Marwan dan Taro tanpa perlawanan, sedangkan Widya menjadi pemuas nafsu nya Eko dan Budi. Sungguh tragis, pemandangan yang pertama kali kulihat. Aku telah meracuni mereka untuk mabuk dan berbuat hal tak senonoh seperti itu.

Melihat pesta seks tersebut, aku rasa nafsu birahi ku kembali muncul. Ku rangkul tubuh Aninda dan ku baringkan di lantai yang penuh dengan botol-botol bir dan puntung rokok. Ku cium bibirnya, Aninda pun menikmatinya, ia membalas ciumanku, kami seakan seperti pasangan suami istri. Sambil menciumi bibir dan lehernya, aku berusaha membuka semua pakaian seragam smp Aninda.

Ku jelajahi leher hingga sampai ke payudara nya, ku sedot dan ku pilin dengan tangan ku. Susu nya masih kecil, seperti anak smp lainnya, dengan susu yang baru tumbuh, hanya sebesar mangkuk kecil, terlihat segar dan belum terjamah. Aku sangat terangsang dengan tubuhnya ini, ku cium dan ku sedot susu sebelah kiri nya yang ranum, dan ku pilin-pilin puting susu nya yang sebelah kanan dengan tanganku.

BACA JUGA : Kongsi Istri

Aku segera bangkit dan melepaskan semua seragam yang masih menempel di tubuh ku. Penisku sudah kembali mengeras. Tanpa pemanasan dulu, aku langsung melesapkan penisku ke dalam lubang vagina Aninda bagai rudal yang mengejar targetnya. Vaginanya sangat hangat, tak sabar lagi aku ingin mengobok-ngoboknya. Ku tancapkan habis penisku hingga pangkal pahaku menyentuh pangkal paha Ayu, dia pun seperti tersentak karena rudalku sudah menembus hingga mengenai target sasaran.

Ku lihat teman-temanku sudah saling bergantian posisi, 5 vs 2, mantap banget. Ku genjot terus Aninda yang sama sekali tidak melawan, bahkan dia sangat menikmati. Aninda memeluk tubuhku dan mengikuti irama permainanku. Sedangkan kulihat Lisa dan Widya, jangankan melawan, bergerak saja sudah tidak mampu, mereka kelihatan sangat kelelahan dan susah mengatur nafas. Sambil menggenjot, aku terus menciumi bibir, leher dan payudara Aninda, bahkan sekali-kali aku memberikan cupangan sebagai tanda kenangan bagi kami. Desahan Aninda yang merangsang kian membuatku mempercepat irama genjotanku. Semakin lama semakin menegang,

penisku seakan akan menyemprotkan sperma lagi. Kupercepat irama, hingga tubuh Aninda bergerak maju mundur sangat cepat, dan akhirnya akupun berejakulasi. Aku tak tahu apa sperma ku masih mengalir di vagina nya, aku nya terasa lelah, ku biarkan penisku sementara menancap di vagina Ayu, aku hanya terbaring menindih tubuh Ayu. Ayu hanya memelukku dan seperti tidak ingin melepaskan ku. Tubuhku sepertinya kehabisan tenaga, sangat lelah sekali, aku pun kemudian melepaskan pelukan Aninda serta mencabut penisku, dan segera berbaring di sebelah Ayu. Kulihat Ayu pun kelelahan, ia tak mampu bergerak lagi, dan mencoba mengistirahatkan diri.

Saking capeknya aku tak sadar kalau aku telah terlelap. Dalam ketidaksadaranku itu, ku mendengar rintihan-rintihan minta tolong seorang gadis. Ku coba untuk membuka mataku, sedikit berat tapi terus ku paksakan. Ku lihat di sampingku, Aninda sedang digagahi 5 temanku. Ayu berusaha memberontak, tapi tidak mampu, ia di gerayangi 5 cowok yang sudah kesetanan. Ku lihat Ayu memandang ke arah ku, matanya terus meneteskan air mata, dan terdengar samar-samar suara rintihan Ayu, “Tolong aku, man…”, Aku tidak tahu apa maksud Aninda, bukannya dia mngajarkan kami untuk bersenang-senang, seharusnya dia menikmati keadaan ini.

Temannya, Lisa dan Widya masih terkapar tak berdaya di lantai tak jauh dari kami. Kulihat tubuh kedua teman Aninda tersebut juga sangat indah, badan mereka sexy, payudara mereka pun sangat ranum. Sepertinya aku sudah cukup men-charge kembali tenaga ku, karena ku rasakan gairahku kembali lagi, ingin sekali aku juga mencicipi tubuh Lisa dan Widya.

Aku pun berusaha merangkak hingga ke dekat Lisa. Sepertinya dia tertidur, aku tidak peduli, aku langsung menciumi bibirnya, kemudian beralih ke lehernya hingga berlabuh ke payudaranya. Aninda semakin kencang menangis ketika melihat ke arahku, “Jangan man…”, rintihan Aninda memintaku menghentikan aksi ku. Baru ku sadari kalau Aninda menyukaiku, tapi nafsu ku sudah tak tertahan lagi, pikiranku hanya ingin bersenang- senang.

Aku tidak mau memandang ke arah Aninda lagi, aku takut aku malah nanti merasa iba, jadi ku lanjutkan kesibukan ku yang tadi. Penisku yang sudah kembali mengeras segera ku sumbatkan ke dalam vagina Lisa, walaupun lubangnya sudah diterobos oleh ke 5 temanku, namun masih ku rasakan sempitnya memek anak smp ini. Dia lah cewek kedua yang pernah aku gagahi. Pemandangan yang kali ini 5 vs 1 lebih membangkitkan nafsu ku, 5 teman ku itu berebutan mencicipi Ayu yang sudah tak mampu melawan.

Aku terus menggenjot Lisa yang masih tak sadarkan diri akibat kecapekan dan mabuk akibat minuman keras. Setelah menggagahi Lisa, aku tidak merasakan capek, malah nafsuku ingin aku menggagahi Widya. Kugenjot terus sampai aku merasa puas. Aku pun segera bangkit dan coba ambil posisi di hadapan Widya. Ku cobloskan penisku segera ke lubang vagina Widya yang indah dan hangat. Ku peluk tubuh Widya dan terus ku genjot sampai dia pun benar-benar kesulitan mengatur nafas.

Pesta ini kami teruskan hingga besok pagi. Bayangin saja, pengaruh alkohol merusak sistem otak kerja kami, pesta seks kami diadakan non stop. Yang capek bisa istirahat, dan yang lain menganti posisi dan bergiliran. Bahkan saking gila nya, Taro menusuk-nusukkan vagina cewek- cewek itu dengan botol bir yang berserakan di lantai. Kami sudah tidak sempat lagi untuk berangkat ke sekolah, kami putuskan untuk melanjutkkan pesta itu 1 hari lagi.

Sejak itulah, aku menemukan hidup baru ku yang penuh dengan hepi-hepi, tiap hari minum minuman keras, merokok, dan melkukan hubungan seks. Pertemanan kami sudah jauh dari maknanya, setiap kami lagi kepengen, kami mengajak 3 cewek itu lagi, dan mereka pun mau. Hingga sekarang kejadian ini masih sering terjadi, bahkan Taro telah jauh dari batas, ia menjadi seorang yang hypersex. TiketQQ 
Share:

Rabu, 20 Mei 2020

Kongsi Istri


Kongsi Istri - Satu kisah benar sebagai teladan kepada pasangan suami isteri yang pada saat ini sudah kehilangan kehangatan,ghairah dan nikmat bersama suami/isteri. Sudah semula jadi kejadian lelaki/suami itu dimana akan tiba saatnya bilamana dia sudah tidak merasa ghairah untuk bersama isterinya lagi. Tidak perlu dibincangkan disini mengapa semua ini berlaku,yang menjadi isu disini ialah bagaimana kita mengembalikan keghairahan dan kenikmatan ketika kita bersama2 dulu waktu mula2 berumahtangga.

Itulah akikat kehidupan sex yang telah aku sendiri lalui. Bertahun lamanya sex dalam rumah tangga menjadi pudar dan tak berseri lagi. Apa lah lagi yang boleh dibuat VCD menjadi tontonan untuk memberikan perangsang bagi menghidupkan kembali rasa ghairah dan membangkitkan nafsu sex.

Oleh kerana terlalu banyak menonton VCD,timbullah dan terbayanglah dalam fikiran akan nikmat kepuasan jika isteri sendiri yang menjadi pelakonnya. Daripada melihat pelakon lain yang beraksi lebih menghairahkan dan menghangatkan jika isteri sendiri yang berlakon. Inilah punca yang memulakan semua cerita yang diceritakan disini. Aku membayangkan dalam fikiran isteri main dengan lelaki lain dan dengan hanya membayangkan sahaja aku sudah dapat merasakan kepuasannya. Bagaimana jika benar terjadi,tentulah suatu yng paling istimewa dapat aku rasai dan kecapi. Tak dapat aku gambarkan dengan kata2.

Semua telah dirancang dengan teliti. Bukan mudah hendak mendapat peluang dan kesempatan melihat isteri main dngan lelaki lain. Ini adalah pertama kalau kalau jadi aku akan dapat melihat dengan kata kepala sendiri isteri main dengan lelaki lain.

Isteri aku pernah main dengan lelaki lain sebelum ini tapi aku tak dapat melihatnya sendiri.  Pertama kali itu aku jugak yang rancangkan. Dari perkenalan dalam internet aku dapat pasangan yang sama2 sealiran. Kami berjanji di satu Hotel dan bila bertemu kami hanya book satu bilik saja. Entah macam mana, kami bersetuju masuk bilik secara bergilir2. Nak buat macam mana, terpaksalah aku setuju sebab ini pertama kali dalam sejarah hidup. Jadi setelah dipersetujui aku pun masuk lah bilik dulu bersama pasangan baru aku tu. Tak banyak yang dapat aku ceritakan kerana aku tak berapa bersungguh untuk main dengan pasangan baru aku tu kerana aku lebih ghairah memikirkan isteri aku akan main dengan pasangan barunya nanti. Aku terpancut cepat ketika main dengan pasangan aku tu. Aku tak puas. Pasangan aku pun aku rasa tak puas jugak tentunya.  Selepas kami selesai lalu kami pun turun ke lobi untuk berjumpa isteri aku dan suami pasangan aku tu.

Mereka tersenyum bila melihat kami. ”cepat” kata mereka. Apa yang dapat kami katakan. Aku terpaksa mengaku yang aku tak tahan sangat nak buat macam mana.  Kini tibalah pulak giliran isteri aku mengikut lelaki itu kedalam bilik. Dia agak keberatan, maklumlah tak pernah buat kerja semacam tu sebelum ini. Terpaksalah aku pujuk kerana kata ku aku dah dapat isterinya, hendak tak hendak terpaksalah dia pula kena main dengan suaminya pula.  Isteri dengan berat hati dan dalam keadaan terpaksa ikut lelaki itu naik kebilik. Setelah isteri aku hilang dari pandangan mata aku bila pintu lif tertutup, tak dapat aku nak luahkan dengan kata2 bagaimana perasaan aku ketika itu bila memikirkan yang isteri aku akan main dengan lelaki lain sekejap lagi. Takut,berdebar,ghairah dan entah apa2 perasaan lagi pun aku tak dapat nak ceritakan.  Sesak nafas aku dibuatnya. Tak terkeluar sepatah kata pun aku waktu itu walaupun pasangan baru aku yang baru saja aku setubuhi ada bersama aku ketika itu. Apa yang aku fikirkan dan bayangkan ketika itu ialah isteri aku yang telah aku kahwini selama ini sedang berada dalam bilik bersama lelaki lain yang baru kami temui. Masa terasa amat lambat berlalu.  Fikiran aku bercelaru. Gemuruh tubuh aku, gementar pun ada dan sebenar nya aku tak dapat nak gambarkan perasaan aku waktu itu. Bercelaru dan buntu. Ada rasa takut,ada rasa ghairah dan entah apa2 rasa lagi yang aku sendiri tak tahu. Mengelabah dan tak senang duduk aku dibuatnya.

Setelah lama dan puas aku menunggu, pintu lif terbuka dan tersembul lah wajah mereka yang aku tunggu2 selama ini. Mereka berjalan beriringan dan masing2 nampak ceria dan tersenyum.  Hati aku lega benar bila mereka dah selesai semuanya.  Kami berbual sebentar dalam suasana yang amat mesra dan selepas itu kami pun berpisah.

Dalam kereta menuju balik kerumah aku tak sabar2 bertanyakan isteri aku apa yang berlaku antara mereka. Isteri aku pun sama, jadi aku pun ceritalah apa yang berlaku antara aku dengan pasangan aku tu. Aku cerita dulu sebab aku tak sabar2 nak mendengar ceritanya pulak.

Isteri aku berkata apabila sudah berada dalam bilik, dia duduk dihujung kamar dan lelaki itu duduk sebelahnya.  Mereka berbual sebentar dan faham lah lelaki itu bahawa ini adalah kali pertama bagi isteri aku main dengan lelaki lain setelah kami berkahwin.  Isteri aku pada waktu itu masih rasa keberatan untuk buat hubungan sex dengan lelaki itu. Kalau boleh biarlah mereka berbual dan lelaki itu tak jadi sentuhnya apatah lagi main dengannya. Lelaki itu pandai memujuk.  Katanya dia akan buat isteri aku gembira malam itu dan dia tidak akan lakukan apa2 yang isteri aku tak suka. Sambil membisikan kata2 sayang ketelingga isteri ku dia pun mula mencium isteri aku.  Kemudian mereka bercium mulut dan saling menghisap lidah. Mencium pipi,leher dan tangannya mula memainkan peranan.  Isteri aku mengaku dia mula hanyut dan dah mula terasa sedap dan nikmatnya disentuhi dan dicumbui oleh lelaki lain. Maklum lah dengan aku suaminya ini dah bertahun kami main dah tak terasa kelainannya lagi. Dah tak ada apa yang istimewanya lagi.  Isteri aku sudah di buai nimat akibat di perlakukan oleh teman baru nya itu.

Mata isteri aku terpejam kerana keasyikan yang tak terhingga bila teman nya mecium leher dan tangannya mengusap dan meramas2 payu dara nya(masih berpakaian lengkap). Temannya sadar isteri aku telah lemas dan rela diperlakukan apa saja, dia pun mula menanggalkan baju isteri aku.  Tinggallah bra dan kain nya saja. Dia terus mencium dada isteri aku dan isteri aku tak tahan dan terpaksa baring. Temannya mengiringkan badan isteri aku dan dia membuka kutang branya dan tersembul lah payu dara isteri aku.  Isteri aku sendiri merasa teramat terangsang dan ghairah sekali bila temannya membuka baju dan branya. Maklumlah ini kali pertama dia bersama lelaki lain selain daripada aku. Isteri aku mengaku dia amat terangsang dan merasa ghairah sangat pada waktu itu.  Dalam hatinya dia mahu lelaki itu teruskan aktivitinya meraba,mengusap,mecium dan mengomolinya.

Temannya sudah berpengalaman dan tahu keadaan isteri aku waktu itu dengan melihat mata dan reaksi isteri aku. Dia tersenyum kerana isteri aku dah mengalah dan sekarang menyerah tubuhnya sepenuhnya kepadanya.

Temannya tak melepaskan peluang terus menghisap dan sebelah tangan meramas2 payu dara yang sebelah lagi. Sebelah tangan lagi mengusap2 perut dan turun ketundun isteri aku. Mata isteri aku terpejam, nafasnya kencang, dadanya sesak menikmati kepuasan.  Isteri aku mengaku dia terpancut dan pantatnya berair ketika lidah temannya menghisap puting teteknya dan tundunnya diraba dan diusap.

Isteri aku dah hilang kewarasan, dia merenggek2 kecil,mengetap bibir dengan mata yang terpejam. Temannya bertindak membuka kainnya. Mencium paha dan sekitar pantatnya.  Isteri aku lupa diri dan lupa segalanya. Kenikmatan menguasai diri. Temannya melurut turun pantiesnya yang lembap akibat air isteri aku yang dah banyak keluar. Nah sekarang isteri aku berbogel terbaring diatas kasur bersama teman barunya. Isteri aku tak dapat menceritakan betapa nikmat dan dirinya benar2 hanyut bila teman nya mencium dan menjilat pantatnya. Air nya keluar lagi. Setelah puas temannya mencium dan menjilat indah isteri aku,dia pun membuka semua pakaiannya. Agak mengambil masa juga bila dia membuka pakaiannya sendiri tanpa pertolongan isteri aku. Dengan masa rehat sekejap itu isteri aku pun membuka mata kembali dan terlihat lah dia dengan mata nya sendiri dihadapannya berdiri seorang lelaki lain yang sedang berbogel.  Terlihatlah dia kepada konek lelaki itu. Keras terpacak. Kata isteri aku koneknya kecil sedikit berbanding aku punya tetapi kerasnya lain macam. Ternampak benar2 keras.

Temannya merangkak keisteri aku yang sedang berbaring. Isteri aku faham sekarang tiba pula giliran dia memainkan peranan. Isteri aku yang sudah hanyut dalam keghairahan itu mencapai konek teman nya dan terus menghisapnya dengan penuh romantis sekali. Aku sudah berpesan padanya supaya hisap konek lelaki dengan perlahan dan penuh romantis. Jangan nampak gelojoh. Isteri aku terus menghisap konek temannya sambil tangannya memainkan telurnya. Temannya mendengus dan mengerang kecil, air mazinya terkeluar dan isteri aku mengaku dia dapat merasakan nya dan dia terus hisap dan menelannya.

Mungkin temannya tak tahan diperlakukan begitu oleh isteri aku, dia pun menarik cepat2 koneknya dari mulut isteri aku. Dia mencium dan menjilat pula indah isteri aku. Isteri aku berair lagi dan pantatnya memang kebasahan betul.

Lelaki tadi sudah tak dapat tahan agaknya dia terus menindih isteri aku, memegang koneknya dan menusuk kelubang indah isteri aku. Isteri aku benar2 hanyut. Tenggelam dalam nikmat nafsu yang bergelora. Lupa dia pada segala2nya. Lupa dia yang sebelum ini dia keberatan untuk terjerumus dalam aktiviti sebegini. Diri dia sudah dikuasai nafsu sepenuhnya.

Isteri aku tak dapat ceritakan sebenar nya apa yang berlaku bila temannya mula mula menusuk koneknya kepantat isteri aku kerana dia benar2 hanyut dalam keghairahan dan tak sedar apa yang berlaku.  Setelah menyorong tarik ,masuk dan keluar indah isteri aku,teman nya dah tak tahan benar dan dia benar2 hendak terpancut dan dia berbisik ditelingga isteri aku.  Katanya, ”sayang,abang dah nak keluar ni,nak lepas kat mana?” Isteri aku yang sedang dalam kegahirahan yang amat sangat itu menjawab,”lepas kat dalam,bang”. (Isteri aku baru lepas period dan waktu itu adalah waktu selamat). Temannya puas mendengar jawapan isteri aku dan menambahkan kelajuan tusukannya. Dua2 sudah lupa segalanya.  Masing2 dalam rasa keghairahan yang teramat sangat.  Nafsu telah menguasai mereka berdua.  Mereka dipuncak kepuasan yang teramat sangat.  Akhirnya lelaki itu membenamkan koneknya sedalam mungkin kedalam indah isteri aku dan melepaskan pancutannya. Isteri aku tersentak dan terangkat punggungnya menahan kesedapan yang tak terhingga. Teman nya rebah menindih isteri aku dan mereka berkucup kepuasan.

Temannya kebilik air membasuh dan isteri aku terus memakai panties nya.  Aku dah berpesan dari awal lagi, kalau dia sanggup main dengan lelaki lain dan sampai pada tahapnya bila lelaki itu hendak terpancut air maninya dan pada ketika itu jika isteri aku sanggup membiarkan lelaki itu terpancut didalam pantatnya, dia tidak boleh membasuhnya.  Biarkan didalam dan terus pakai panties. Kerana aku ingin lihat buktinya.

Nampak nya isteri aku ingat akan pesanan aku itu.  Temannya keluar dari bilik air dan bertanya dengan hairan mengapa isteri aku tak pergi membasuh.  Dia dengan selamba menjawab,”nak bawak balik buah tangan untuk suami”. Temannya tersenyum mendengar jawapan itu. Itu lah kisah pengalam pertama kami.  Kali pertama aku main dengan isteri orang dan kali pertama juga isteri aku main dengan lelaki lain. Sayangnya aku tak dapat melihat aksi mereka.

Aku dan isteri sanggup membuat aktiviti ini hanya semata2 kerana terpengaruh kepada adegan2 dalam vcd porno yang pernah kami tonton. Aku ingat lagi pertama kali bila aku menyuarakan niat aku hendk melihat isteri aku main dengan lelaki lain. Tentulah dia membantah. Lama kelamaan aku berjaya memujuknya untuk mencuba. Itu lah ceritanya bagaimana kami boleh terjerumus dalam hubungan sex sebegini.

Isteri aku akhirnya mengaku dia pun sedap dan puas bila main bersama teman nya itu. Aku pun mencadangkan pada nya untuk main lagi dengan syarat kali ini aku nak lihat sendiri. Dia setuju dan ini lah yang sebenarnya yang hendak aku ceritakan disini bagaimana kami boleh sampai hingga kesini.

Balik kepada mukadimah diatas tadi, maka sampailah hari dan saat yang ditunggu2. Peluang melihat isteri main dengan lelaki lain. Aku kenal lelaki ini didalam internet juga.  Setelah aku pasti dia boleh dipercayai dan merupakan calon yang sesuai aku pun berikan nombor talipon kami untuk dia hubungi dan berkenalan dulu dengan isteri ku  Mereka saling berhubung talipon selepas itu dan topik perbualan mereka sudah termasuk soal2 sex. Nampaknya merka(isteri ku dan temannya) mesra dan serasi.

Aku pun merancangkan dengan teliti. Masa dan tempat yang sesuai harus ditentukan dulu.  Setelah semuanya beres aku berpesan pada isteri aku bagaimana dan apa kah yang boleh dan tak boleh dilakukan semasa bersama nanti. Aku merancangkan supaya mereka berdua dapat bersama semalaman. Aku membeli baju tidor,bra dan panties baru untuk isteri aku bagi meraikan malam yang penuh istimewa ini. Baju tidor putih yang tentunya jarang dan amat seksi sekali dengan satu set bra dan panties warna hitam.

Tibalah hari dan saatnya. Lelaki tadi sudah book satu bilik dan menunggu didalamnya. Seperti yang dijanjikan aku sampai dibilik nya jam 8.45 malam. Sampai dihadapan pintu bilik aku menekan loceng. Isteri aku sembunyi dibelakang. Dia merasa gementar dan amat berdebar untuk bertemu teman barunya. Maklumlah selama ini hanya berbual melalui talipon saja. Belum pernah tengok muka. Entah macam mana orangnya. Takut dan berdebar.

Pintu dibuka dan nampak lah lelaki tadi. Isteri aku terkejut dan terkedu kerana tak seperti yang dibayangkannya. Walau apa pun kami berjalan masuk. Aku terus duduk dikerusi dan isteri di atas katil. Oh ya,kami saling bersalam dan memperkenalkan diri sewaktu dimuka pintu tadi.

Kami berbual2 sebentar. Aku diatas kerusi dan mereka berdua diatas kati berdua. Seperti dirancangkan isteri aku membawa beg yang dibawanya kebilik air. Dalam beg itu lah ada pakaian tidornya yang baru dibeli itu. Isteri aku ingat rancangan awal kami dan terus memangil teman barunya kebilik air. Terdengar suaranya memanggil dari bilik air,”bang,mari kejap”. Aku pura2 tanya,”abang yang mana?”. Isteri menjawab,abang yang baru la”. Aku tersenyum dan teman nya berjalan kebilik air. Aku tak tahu apa yang sebenarnya ber aku. Tetapi rancangan awal aku ialah bila didalam bilik air aku mahu mereka bercium dulu sepuas2nya dan akhirnya meminta temannya membuka semua pakaiannya. Setakat itu saja dan kemudian temannya akan keluar semula dimana isteri aku menggenakan pakaian tidornya.
TiketQQ Situs BandarQ Domino99 Poker QQ Online Terpercaya
Aku tak tahulah apa sebenarnya yang berlaku diantara mereka. Tetapi yang aku tahu aku kerasa amat terangsang dan ghairah sekali bila membayangkan apa yang mereka berdua sedang buat. Sekejap lepas itu lelaki itu pun keluar semula dan kami berbual2 lagi. Selepas itu keluarlah isteri aku dengan pakaian tidor nya yang teramat seksi pada pandangan aku. Baju tidor berwarna putih dan jelas terlihat didalamnya bra dan panties yang berwarna hitam. Nafsu aku teramat2 terangsang hingga tak tahu nak cerita bagaimana perasaan aku waktu bila melihat isteri aku dengan pakaian tidornya yang seksi dilihat oleh teman barunya dan aku memahami benar isteri aku ini akan disetubuhi sepuas2nya oleh teman barunya ini.

Terkeluar kata2 dari mulut aku,”ni yang abang tak tahan ni. Rasa nak bawak balik rasanya. Jealous abang macam ni”. Isteri aku dengan selamba terus duduk betul2 disebelah temannya dan berkata,”ha…jangan mengarut. Dah janjikan nak bagi peluang pada kami,saya tak kira,malam ini saya adalah hak abang baru saya ini. Abang yang rancangkan semua ini. ”Isteri aku berani cakap macam tu sebab mereka dah berhubung lama dengan talipon dan sudah berjanji akan main puas2 bila dapat bersama nanti.

Sebenarnya dalam hati aku yang waras ,memang aku jealous,tapi kerana nafsu aku turutkan jugak rancangan asal kami.

Kami terus berbual2. Sambil itu isteri aku sudah rasa keghairahan agaknya terus memegan tangan temannya dan megusap2nya. Aku dah tak sabar lagi nak lihat isteri aku main dengan temannya terus berkata,”abang nak kena balik ni, kalau boleh abang nak tengok la apa yang selama ini abang nak tengok”. Isteri aku faham dan ingat rancangan asal kami. Dia mulakan langkah dengan mencium pipi temannya. Temannya juga faham dan sememangnya dia kena lakukan juga aksi sek dengan isteri aku supaya lagi cepat selesai lagi cepat lah aku boleh balik dan dapat lah mereka berdua saja menikmati masa bersama hanya mereka berdua saja.

Mereka sekarang bercium,berkucup mulut,saling bertukar dan menghisap lidah. Aku dapat saksikan sekarang didepan mata aku sendiri aksi sek isteri aku. Mereka berkucup begitu kusyuk sekali maklumlah dah pernah membuat phone sex sebelum ini agaknya. Temannya membaringkan isteri aku dan terus menggomolinya dengan penuh bernafsu sekali. Apa yang aku
ingin sangat lihat dah berlaku didepan mata aku. Isteri aku seperti jatuh cinta dengan teman baru nya ini. Sungguh asyik dia melayani adengan2 sex dari temannya tanpa sedikit pun dia menoleh kepada ku. Adakah dia benar2 dalam keadaan bernafsu atau pun dia sudah jatuh hati pada teman barunya ini dan dah tak hiraukan aku lagi atau pun dia ingin membalas dendam kerana aku yang ingin sangat lihat dia main dengan lelaki lain dan sekarang masanya dia benar2 main tanpa pedulikan aku lagi. Aku masih diatas kerusi. Mereka masih bergomol dan bergumpal. Agak ganas juga aksi mereka. Habis satu kati mereka berpusing. Sekejap isteri diatas dan sekejap isteri dibawah pula. Adengan mereka setakat ini hanyalah berkucup,meraba ,menghisap
dan meramas. Aku yang melihat terasa pedih konek kerana konek aku sudah tegang didalam seluar.

Aku lihat temannya berbisik sesuatu ditelingga isteri aku dan isteri aku kelihatan tersenyum. Dia bangun dan duduk diatas kasur itu. Teman nya menarik baju tidornya dari kaki dan terus melurutnya keatas kepala untuk menanggalkannya. Sekarang isteri aku sudah tidak berbaju lagi. Temannya terus membaringkan dan mereka sambung semula aksi mereka. Kali ini teman nya lebih bebas menerokai tubuh isteri aku kerana dia hanya tinggal bra dan panties saja.

Inilah kali pertama dapat aku lihat lelaki lain mencium, mengusap, meramas,menghisap mulut,pipi,leher,dada,paha dan perut isteri aku. Sebenarnya temannya ini meratah hampir keseluruhan tubuh isteri aku. Aku rasa aku dah terpancut didalam seluar melihat aksi mereka.

Isteri aku bangun dan membuka sendiri tali branya dan mencampakkannya ketepi katil. Temannya yang melihat terus turun katil,berdiri dan membuka habis pakaiannya tanpa bantuan isteri aku. Sekarang isteri aku tinggal panties saja lagi manakala temannya berbogel habis. Isteri aku dan aku sendiri terus fokuskan pandangan ke konek temannya. Tegang teramat tegang tetapi saiznya kecil daripada aku. Dalam hati aku terasa juga bangga kerana dah dua lelaki bersamanya tetapi dua2 konek kecil| daripada aku.

Temannya naik semula kekatil dan menghampiri isteri aku. Isteri aku memegang konek temannya dan terus memasukkan kemulut sambil temannya duduk berlutut. Sungguh menghairahkan permandangan ketika itu hingga tak dapat nak aku luahkan dengan kata2 melihatkan isteri aku dengan penuh romantis membelai,mengucup dan menghisap konek temannya. Aku sesungguhnya hilang pertimbangan dan tak dapat berfikir lagi kerana diri sudah dikuasai nafsu hanya dengan melihat aksi isteri aku dengan temannya.

Sepanjang adengan mereka dari mula hinggalah saat itu,tidak sekali pun isteri aku menoleh kepada aku,hanya teman nya saja sesekali menoleh meminta kepastian. Dan setiap kali dia memandang aku akan membalas dengan senyum dan memberi isyarat yang bermakna “go ahead. . carry on”.

Isteri aku nampaknya bernafsu sekali menghisap konek temannya. Nampak penuh bernafsu dan kelihatan seperti gelojoh dan rakus. Sudah lupa dia pada pesan aku supaya hisap dengan penuh romantis. Tahulah aku yang isteri aku sudah benar2 hanyut tenggelam dalam keghairahan nafsu sexnya.

Temannya mengambil giliran memainkan peranan dan embaringkan isteriaku. payu dara isteri aku ditujuinya . Diusap,diramas,dicium dan dihisapnya. Sesekali mereka berkucup mulut dan kelihatan pada aku sesekali ada juga temannya membisikan sesuatu ketelingga isteri aku.

Mereka benar2 hanyut dan lupa diri. Tenggelam dalam nafsu yang bergelora. Temannya menarik panties isteri dan melurutnya turun kekakiperlahan2 dan sambil itu mulutnya ikut turun mencium perut,pusat dan terus ketundun indah isteri aku. Panties isteri aku sudah ditanggalkannya, dipegangnya dan diciumnya panties itu sebelum mencampakkannya ketepi. Isteri aku tersenyum padanya. Temannya melihat dan memfokuskan pemandangannya kepantat isteri aku. Ditenungnya lama juga,mungkin menikmati keindahannya kerana sekarang dia sudah benar2 dapat merasainya setelah sekian lama hanya berhubung dengan talipon sahaja.

Dia ternampak tak sabar dan terus mencium tundun indah isteri aku. Dibawa lidahnya turun kealur indah isteri aku. Mata isteri aku dah terpejam dan kepala nya kelihatan berpaling sekejap kekiri dan sekejap kekanan. Dengan keadaan isteri aku yang terbaring terlentang itu,temannya bebaslah menerokai segenap inci tubuh isteri aku. Habis satu tubuh isteri aku dicumbuinya dan diciumnya.

Tibalah masa dan saat yang ditunggu2. Temannya menindih tubuh isteri aku. Kedudukan mereka tidak bersesuaian dengan kerusi yang aku duduk waktu itu. jadi aku tak boleh nampak konek temannya mengesel2 indah isteri aku. Jadi aku pun bangun dan berjalan ketepi katil berdiri betul2 dibahagian kaki mereka. Dengan itu dapatlah aku lihat nanti konek temannya memasuki indah isteri aku. Mereka suda tak pedulikan aku lagi. Mereka mungkin tak sedar pun aku berdiri dihujung kaki mereka kerana mereka berdua sememangnya benar2 hanyut dan tenggelam dalam nafsu yang menggila.

Temannya memegang koneknya dan menggesel2kan kelubang indah isteri aku. Aku dekatkan kepala aku sehampir mungkin kelubang indah isteri aku dan konek temannya itu. Baru lah aku nampak yang indah isteri aku benar2 teramat basah dan kembang sekali. Aku rasa nak terpancut dalam seluar waktu itu. Puas menggesel2kan dan bermain2 disitu dia terus meletakan koneknya betul2 didepan pintu lobang indah isteri aku. Setelah itu dimasukkan nya perlahan. nampak mudah sekali kerana indah isteri aku terlalu berair dan terlalu kembang kerana keghairahannya yang amat sangat.

Isteri aku sendiri aku tahu lah pada waktu itu pantatnya berair dan kembang sekali. Mudah lah bagi temannya masuk. Ditujahnya indah isteri aku dengan laju sekali. Isteri aku menggerang tanpa segan silu lagi. Terpancul dari mulutnya,”sedap bang…laju lagi bang. ”Temannya memang hebat. Koneknya keras sekali dan dia boleh bertahan lama(makan ubat aku agak). Puas diatas,mereka bertukar posisi dengan isteri aku pulak diatas. Waktu ini isteri aku dan temannya dah tak kisah lagi aku berada dimana. Mereka hanya asyik dengan aksi mereka saja. Puas isteri aku diatas,mereka buat 69 pulak. Masing2 mencuci senjata pasangan masing2. Puas mencuci dan melayani pasangan masing2 mereka buat doggie pulak. Lama mereka bermain. Memang lama betul. Handal betul teman isteri aku ni. Entah berapa kali isteri aku terpancut pun tak tahu. Yang aku tahu setiap kali temannya menujah pantatnya mesti kedengaran bunyi yang biasa kita dengar bila indah yang basah benar ditujahi oleh konek lelaki.

Agaknya kerana lama dan dah tak tahu lagi apa aksi yang hendak dibuat,temannya menoleh kepada aku dan bertanya,”tak nak join ke?”.

Aku pun apa lagi,terus membuka semua pakaian aku dengan gelojoh sekali dan terus naik kekatil bersama mereka. Isteri aku nampaknya tak berapa gembira bila melihat aku nak join mereka. Agaknya aku ni kacau daun agaknya.

Kami sama2 menggomoli isteri aku hingga tercunggap dia kami buat. kami bekerjasama membuat apa saja untuk memenuhi kepuasan isteri aku. Aku dah tak tahan sangat terus mengambil posisi dan memasukan konek aku ke lobang indah isteri aku yang dah longgar kerana terlalu kembang. Tak lama,sekejap saja aku dah terpancut atas perut isteri aku. Bila dah terpancut aktiviti terhenti dengan sendirinya kerana isteri aku terpaksa kebilik air untuk memcuci. Nampak benar dia tak berapa suka jadi begitu. Temannya masih hebat. Koneknya masih tegang.

selesai isteri aku membasuh,aku pula kebilik air untuk mencuci. Setelah siap aku kenakan pakaian dan duduk diatas kerusi semula. Isteri dan temannya masih diatas diatas katil berbogel. Aku terasa seperti merosakan kegembiraan mereka lalu meminta diriuntuk pulang.

Sebelum pulang aku mencium dulu isteri dan berpesan padanya yang aku akan datang ambilnya semula jam 7. 30 pagi esok. Isteri aku mungkin sedar sepenuhnya dan kembali waras terus mencium aku balik dan berkata,”terima kasih abang kerana membenarkan saya bermalam bersama abang baru ni”. Saya senyum dan berpesan pada temannya,”tolong jaga isteri saya dengan baik,she’s yours tonight,please take good care of her and enjoy your night”. Dengan itu aku pun berjalan keluar bilik dan selepas pintu ditutup kedengaran ia dikunci. Entah apa yang akan berlaku seterusnya…

bersambung lagi…. bila aku sampai keesokan paginya dan cerita dari
mulut isteri aku bagaimana mereka menghabiskan masa semalaman bersama.

Malam yang menyeksakan berlalu juga akhirnya. Aku bergegas semula ke Hotel penginapan mereka. Tepat jm 7. 30 pagi aku membunyikan loceng pintu. Teman lelaki nya berpakaian biasa membuka pintu dan tersenyum menyambut aku. Aku berjalan kedalam dan ternampak isteri sedang menyandar dihujung katil dengan hanya berkemban tuala. Ternampak juga pada aku dia memakai panties hitam bila dia mengubah kakinya.

Aku bertanya pada teman lelakinya bagaimana semalam yang mereka berdua lalui. Dia hanya tersenyum puas dan mengatakan “very great”. Isteri pula menyampuk,”best bang. Puas hati”. Aku kekatil dn mendapatkn isteri aku dan memeluknya,cium sepuas2nya. Aku peluk kemas2 dan ku cium dia lagi. Nafsu aku tiba2 terangsang kerana aku telah memendam perasaan bergelora semalaman mengenangkan mereka berdua yang aku tinggalkan betul2 menikmati kebebasan melakukan apa saja demi memuaskan nafsu pasangan masing2.

Aku buka tuala yang membaluti tubuh isteri aku. Temannya duduk di kerusi berdekatan melihat aksi aku pula. Aku cium seluruh tubuh isteri aku Dia juga telah lemas mungkin krana masih terasa keghairahan bersama temannya semalaman dan temannya itu sekarang sedang menyaksikan permainannya pula.

Aku cium dan kuhisap dan jilat indah isteri aku. Basah dan kembang
sekali. Aku menoleh pada temannya dan mempelawa dia join sekali. Tapi pendek saja dia membalas,”go ahead,I dah cukup puas semalam,dah tak larat lagi”.

Dengan itu aku terus menindih tubuh isteri aku dan aku pun mula mendayung. Menojah keluar masuk lubang indah isteri aku yang telah puas di gunakan oleh teman baru nya yang sesekarang sedang memerhati kami pula. Aku lakukan berbagai aksi dan akhirnya kami pun sampai. Aku terpancut kepuasan diatas dada isteri aku. Isteri bangun kebilik air dan aku hanya mengesatkan saja dengan tuala yang dipakai oleh isteri tadi. Isteri keluar dari bilik air sambil berbogel dan aku tolong lapkan seluruh tubuhnya. Aku dapatkan branya dan aku tolong pakaikan. Aku juga tolong pakaikan pantiesnya. Sememangnya biasa bagi aku memakaikan isteri aku pakaian dalamnya. Aku juga dapatkan baju dan kainnya dan aku tolong pakaikan juga. Setelah siap isteri aku hanya sikatkan rambut dan kenakan make-up rengkas saja.

Aku beritahu temannya kami terpaksa berpisah sekarang. Isteri aku dapatkan temannya dan mereka terus berpeluk dengan penuh emosi sekali. Ternampak seakan isteri aku enggan melepaskannya. Aku nampak kelopak mata isteri bergenang dengan air mata. Mereka berkucupan sepuas2nya seakan tak mahu berpisah. Aku katakan pada isteri sudah sampai masa berpisah. Jika ada kesempatan kita akan berjumpa lagi. Aku pimpin tangan isteri dan membawanya keluar. Sambil berjalan keluar dari pintu dia menoleh memandang temannya dengan pandangan yang sayu sekali. Temannya melambai tangan dan mengukir senyum tawar.

Dalam kereta menuju pulang aku tak bertanya apa2 pada isteri kerana aku lihat dia termenung sayu memandang keluar cermin kereta. Aku tahu dia masih teringatkan temannya itu. Aku terpaksa sabar untuk mendengar ceritanya apa yang telah mereka lakukan sepanjang malam itu. Sepanjang perjalanan pulang isteri aku tertidur. Letih agaknya dia kerna teruk dikerjakan oleh temannya itu atau dia letih kerana menggerjakan temannya itu. Kasihan pula aku melihat dia…. timbul perasaan sayang pada isteri aku yang amat mendalam. Sayang sesungguh hati. Aku benar2 sayang dan mencintainya. Dia telah membuat aku merasa begitu bahagia
dan puas sekali. Aku sedar dan aku akui yang aku benar2 menyayangi dan mencintai isteri aku itu dengan sepenuh jiwa raga aku.

Malam itu dia menceritakan kepada aku semua kejadian antara mereka berdua. Selepas aku meninggalkan mereka didalam bilik mereka menyambung hubungan sex mereka. Temannya betul2 handal. Dia benar2 melakukan apa2 saja demi memuaskan isteri aku. Dia tetap gagah dan berjaya menahan dirinya dari terkeluar lagi. Dekat jam 12. 00 tgh.  malam mereka keluar untuk makan. Temannya memimpin tangan isteri aku seperti sepasang kekasih. Selesai menikmati makan dikedai mereka tak buan masa dan balik kebilik.

Masuk kebilik mereka menyambung aktivi sex mereka sehingga lah isteri aku dah tak tahan dan minta temannya keluarkan air maninya. Temannya betul2 bertanya pada isteri aku samada betul dia dah puas dan ingin berhenti. Isteri aku menjawab ya dan serentak itu temannya melakukan aksi akhir dan memancutkan maninya keatas tubuh isteri aku. Jam mungkin sekitar 2. 00 pagi waktu itu. Mereka tidor berpelukan dan nyenyak benar.

Isteri aku terbangun sebelum jam 5. 00 pagi tapi kelihatan temannya masih nyenyak terlena. Isteri bertindak nakal. Dia bermain dengan konek temannya. Dibelai. diusap dan dihisapnya konek temannya itu. Konek itu tegang. Entah temannya sedar atau tidak isteri aku benar2 tak tahu. Isteri aku berdiri dan mengangkangkan kakinya diatas tubuh temannya.

Dia dudukkan diri betul2 diatas konek yang tegang itu. isteri memasukkan sendiri konek temannya kedalam pantatnya dan dia bermain2 sendiri mengangkat indah keatas dan menurunkannya semula. Mengeluar dan memasukkan konek temannya kedalam pantatnya. Dilakukan nya dengan lembut dan perlahan dengan penuh romantis. Isteri aku benar2 menikmati setiap saat dan setiap saat konek temannya masuk dan keluar dari lobang pantatnya. Sungguh nikmat dan ghairah sekali akui isteri aku.

Setelah lama juga temannya terjaga dan terus dibalikkan tubuh isteri aku melentang. Mungkin kerana terlalu terangsang dan ghairah diperlakukan begitu oleh isteri aku,dia terus memasukan koneknya semula kedalam indah isteri aku dan mula memainkan perana mendayung keluar dan masuk indah isteri aku.

Habis semua aksi dan posisi mereka lakukan dan akhir nya isteri aku juga yang meminta temannya keluarkan maninya kerana dia benar2 sudah tak tahan lagi. Dia sudah puas benar dan letih sekali. Temannya akur dnga permintaan isteri dan dia pun berusaha keras membuat berbagai aksi bagi mengeluarkan maninya. Akhirnya tamatlah permainan. temannya mengeluarkan maninya kali kedua sepanjang mereka bersama dari semalam.

BACA JUGA : Terima Kasih Papa

Mereka berdua benar2 puas. Puas sepuas-puasnya hingga tiada kata yang dapat gambarkan kepuasan yang telah mereka berdua nikmati dan rasai. Hari hampir cerah ketika mereka selesai bermain tadi. Mereka bergilir mandi dan selepas itu menunggu kedatangan aku untuk mengambil kembali isteri aku seperti yang dijanjikan.

Isteri aku memberitahu bahawa temannya betul2 telah membuatnya puas dan dia merasa bahagia dan seronok sekali. Isteri aku memeluk aku dan mengucapkan terima kasih dan meluahkan sayang nya yang tak terhingga kepada aku kerana memberi kesempatan pada nya bermalam dengan teman lelakinya yang aku sendiri carikan untuknya.

Aku pun dah tak ingat. Agak2nya beberapa bulan selepas peristiwa bermalam bersama temannya itu,temannya datang bertandang kerumah. Isteri amat gembira dan berkobar2 sekali menyambut temannya itu. Biasalah masing2 dah pernah main jadi selepas berbual sebentar saja isteri aku meminta izin aku untuk main dengan temannya itu. Aku setuju saja. Dihadapan aku waktu itu juga isteri aku terus membaringkan temannya diatas lantai rumah dan membuka zip seluar temannya. Terkeluarlah konek temannya yang keras menegang. Terus isteri aku menghisapnya dengan penuh romantis sekali. Seluar dan underwear temannya tidak ditanggalkan terus. Hanya dilurutkan turut sikit sahaja. tak sampai pun kelutut. Isteri aku menindih tubuh temannya yang sedang terlentang itu. Sebelum itu dia telah menanggalkan kain yang dipakainya. Baju tak ditanggalkannya,dibiarkan begitu. Mereka berkucupan dengan indah isteri aku mengesel2 konek temannya yang menegang itu.

Puas berkucup,bercium dan memainkan indah dan konek,isteri aku menoleh kepada aku dan meminta aku ambil condom. fahamlah aku isteri aku mahu temannya memakai condom kerana dia baru lepas period. Takut masih ada darah kotor lagi. Aku pun cepat2 kebilik dapatkan condom.

Aku kembali kepada mereka dan aku lihat mereka masih diposisi yang sama dengan isteri diatas dan temannya barin terlentang. Isteri masih lagi mengesel2kan pantatnya keatas konek temannya yang sedia menegang. Melihatkan itu kerana tak mahu ganggu keasyikan mereka berdua,aku koyakkan plastik condom itu dan aku keluarkannya. Aku dekatkan dir kepada mereka dari bahagian kaki mereka jadi mereka tak lah nampak aku kerana mereka sedang asyik berpeluk dan berkucup.

Dengan condom yang tesedia ditangan aku,aku pegang konek temannya,aku sendiri memasangkan condom itu kekonek temannya. Aku pasangkannya dengan baik dan kemas. Tidak seorang dari mereka pun memberi sebarang reaksi kepada tindakan aku itu. mungkin mereka rela dengan pertolongan aku itu. Melihatkan itu aku terus pegang lagi konek teman nya itu yang sudah siap terpasang condom dan aku halakan kelubang indah isteri aku.

Sebelah tangan aku memegang koneknya dan sebelah tangan lagi aku pegang bahagian atas bontot isteri aku dan aku tariknya supya jatuhkan bontotnya. Bila dia menurut maka jatuh lah lubang pantatnya betul2 diatas konek temannya itu. terasa konek temannya isteri aku terus merapatkan lagi pantatnya hingga kepangkal konek temannya. Isteri aku memainkan peranan mengeluarkan dan memasukkan konek temannya kedalam pantatnya.

Aku masih berada disitu kerana menikmati sepuas2nya permandangan konek temannya memasuki dan keluar dari indah isteri aku. Aku betul2 menghayati permandangan itu,aku dekat muka aku sehampir mungkin. Ada sesekali tu tercabut juga konek itu datri indah isteri aku. Setiap kali tercabut aku lah yang memasukkannya kembali. Mereka berdua relax betul. Dan aku amat puas kerana mereka berdua amat menghargai pertolongan yang aku berikan.

temannya tidak keluar mani. Isteri aku dah puas. Kurang selesa sikit keadaan pada masa itu kerana itu lah pertama kali dalam sejarah hidup kami isteri main dengan lelaki lain dalam rumah kami sendiri. Waktu itu sudah hampir tengahhari dan sekejap lagi anak2 akan balik dari sekolah. Dengan sebab itulah isteri cepat puas kerana dia rasa tak selesa. Dia minta berhenti dan temannya berhenti disitu tanpa mengeluarkan maninya. Isteri aku memimpin tangan temannya kebilik air. Aku pun turut sekali.

Aku lihat isteri aku bertindak mengeluarkan kembali condom yang dipakai tadi dan diberikan kepada aku. Isteri aku menyabun dan mencuci konek temannya. nampak mereka berdua sungguh mesra dan serasi. Aku bahagia dan gembira sekali melihat isteri aku gembira dengan apa yang berlaku sekejap tadi. Selesai mengenakan pakaian kembali,temannya minta diri dan pulang.

Itulah kali terakhir isteri aku membuat hubungan sex dengan temannya itu. Mereka tak pernah berjumpa hingga kini. Masa berlalu dan aku ingin merasai kembali nikmat melihat dan
membenarkan isteri membuat hubungan sex dengan dengan lelaki lain. Aku akhirnya bertemu dengan calon yang sesuai. Bagi memudahkan cerita biar aku namakannya S.

S datang ketempat kami dan tinggal disatu resort. Aku membawa isteri kebilik S. Dalam perjalanan isteri membuat janji supaya aku duduk diluar(beranda)dan biarkan mereka berdua saja berbual dulu bagi menambahkan kemesraan antara mereka.

Sesampai dibilik,isteri aku duduk dihujung kati dan aku terus keberanda diluar. Aku tarik langsir dan aku tutup sikit pintu. Aku dapat lihat sikit saja dalam bilik itu dari kerusi yang aku duduk itu. Aku langsung tak nampak isteri aku. S boleh juga aku nampak sikit2 ,itu pun kalau aku bongkok kan sikit badan aku kedepan. Mereka berbual tapi aku tak dengar apa2 langsung. Aku mencuri pandang dan aku nampak S sudah merapatkan tubuhnya dekat isteri aku. Tubuh mereka dah bergesel sambil berbual. Masa berjalan dan entah tiba2 aku terpandang S bangun dngan hanya berseluar sahaja. Bila pula dia menanggalkan bajunya. tak jadi ni,aku pun nak lihat juga. Tak terlepas peluang melihat isteri aku membuat aksi2 sex dengan S. Bila aku masuk saja ,aku lihat baju isteri aku dah terbuka habis butangnya. Aku duduk atas kerusi dan melihat aksi mereka seterusnya.

Aku berani masuk dan melihat kerana isteri aku tak melarang atau tidak ada sebarang perjanjian antara kami yang aku tak boleh masuk. Perjanjian awal hanyalah tinggalkan mereka berdua untuk berbual2 saja.  S mula menanggalkan kesemua pakaian semua pakaian isteri aku. Dia juga bertindak membogelkan diri ya sendiri. Dua2 sudah berbogel habis. Pertama kali S dapat memandang tubuh isteri aku tanpa pakaian. Dibaringkannya isteri aku dan terius digomol dan diterokainya setiap inci dan pelusuk tubuh isteri aku. Ternampak dia begitu rakus sekali. Ghairah sungguh dia agaknya mendapat tubuh isteri aku.

Mereka bertindak bergilir2 memuaskan pasangan masing2. Isteri aku pun sudah memegang, mengusap,membelai,menjilat dan menghisap konek S. Lama juga selepas itu baru S memandan pada aku dan memberi isyarat agar aku join nya sekali. Aku tanpa berlengah membuka semua pakaian aku dan naik kekatil. Aku dan S melakukan apa saja yang terdaya dan termampu kami lakukan,kami berusaha bersungguh dan secara bersama memuaskan isteri aku. Hasil nya ternyata memberangsang sekali. Isteri aku lemas kepuasan diperlakukan begitu oleh kami berdua secara serentak. kami tak beri peluang pada isteri aku untuk bernafas. Kami menyerang dan menggomolinya secara serentak.

Kalau S dibahagian atas aku dibahagian bawah. Kami bergilir. Bayangkanlah ada empat tangan yang merayap kesetiap inci tubuh ister aku dan ada dua mulut dan lidah yang menjalar kesetiap pnjuru nikmat ditubuh isteri aku. terkejang2 iteri aku menahan kesedapan dan kenikmatan yang tak terhingga. Pantatnya basah tak terkta. S tak tahan dan terus menindih tubuh isteri aku dan cuba masuk kedalam tapi tak dibenarkan oleh isteri aku.

Aku tak tahu mengapa. Kami tak rancangkan supaya jadi begitu. Itu adalah keputusan isteri aku sendiri. Aku sememangnya tak akan memaksa isteri aku melakukan apa2 yang tak disukainya. Aku akan biarkan isteri aku lakukan hanya apa yang dia sendiri hendak lakukan. Bukan melakukan sesuatu kerana terpaksa. Isteri memberitahu S yang dia tak mahu masuk. S akur dan minta isteri bantunya keluarkan maninya. Isteri aku hisap sebentar dan kemudian melancapkannya. S menggigil kesedapan dan terpancut akhirnya atas payu dara isteri aku. Melihatkan itu aku pula menindih tubuh isteri aku dan melancapkan sendiri konek aku diatas dada isteri aku. S sudah kebilik air membasuh. Isteri hanya terpejam mata menahan kesedapan.

 Sebelah tangan aku ,aku lancap konek aku sendir. Sebelah tangan lagi aku bermain2 dengan air mani S yang dipancutkan atas tetk isteri aku. Aku lomorkan seluruh payu dara isteri aku. Aku mainkan air mani S diputingnya. Aku sapu dan lomurkan disekeliling payu dara isteri aku. Itu yang buat dia terpejam mata itu. Aku tak tahan dan aku pancutkan dimana S pancutkan tadi. Air mani kami bercampur dan bertambah banyak. Aku perahkan habis2 air mani ku dari konek aku. Air mani yang banyak tu aku lomurkan dan sapukan lagi ditetek isteri aku sampai ia kelihatan beku dan hampir kering . Selepas itu aku memimpin tangan isteri kebilik air dan kami membasuh seluruh tubuh isteri aku. Aku mandikan dia dan aku cucikan dia sebaiknya. Selesai kami keluar dan sekali lagi aku pakaikan satu persatu pakaian isteri aku bermula dari panties,kemudian bra dan seterusnya kain dan bajunya.

Kami meminta diri dan mereka berpelukan dulu dan bertukar kucupan dan ciuman. Aku berkata pada S yang aku harap dia puas walaupun tak dapat masuk indah isteri aku. S sporting dan mengatakan tak apa mungkin lain kali ada rezeki pulak. Kami keluar meninggalkan S didalam bilik.  Lebih kurang dua bulan lepas tu S datang lagi. Aku membawa isteri kedalam bilik S. Semasa dalam perjalanan isteri aku dah memberi amaran pada aku. kali ni dia langsung tak benarkan aku campur tangan atau ambil bahagian dalam aksi sex mereka berdua nanti.

Sebenarnay isteri aku marah pada aku kerana akusengaja tak melayan nafsu sejak dua minngu dah (S maklumkan pada aku dia nak datang 2 minggu sebelum itu). jadi aku pun plan kan supaya isteri benar2 kehausan dan dahaga semasa bertemu S nanti. sengaja aku buat begitu kerana aku kasihankan S yang datang dari jauh dulu tak dapa main indah isteri aku. Jadi kali
ini plan kan supaya isteri dalam keadaan terdesak dan amat memerlukan konek untuk memuaskannya. Plan aku berjaya.

Isteri aku bukan membuat perjanjian dengan aku tetapi sebenarnya
memberi amaran sebenarnya. Dia memang tak benarkan aku join mereka nanti. Tak boleh sentuhnya langsung. Boleh tengok dari jauh saja. Tak boleh bersuara dan tak boleh join.

Sebenarnya isteri aku terpaksa membenarkan aku berada bersama dalam bilik dengannya kerana bila aku ada sama dia berasa lebih confident dan selamat. Dengan kata lain aku ni hanya sebagai body guard saja la.

sampai dalam bilik terus mereka berpelukan memang isteri aku nak
membalas dendam dan menunjuk2 pada aku yang S akan puaskannya walaupun aku gagal puaskan dia dua minggu lepas. Isteri aku tak tahu yang aku senggajakan perkara itu kerana apa yang aku hajatkan sudah berhasil dan hasil nya ada terserlah didepan mata aku sekarang.

Isteri aku tak membuang masa terus membuka seluar S dan mnghisap koneknya dengan gelojoh sekali. S membuka sendiri bajunya. Isteri aku benar2 menghisap konek S seperti orang kebuluran dan seperti tak hendak melepaskannya langsung.

S tak tahan ,didirikannya isteri aku dan ditanggalkannya habis pakaian isteri aku dengan pertolongan isteri aku sendir. nampak sangat dia ingin cepat sangat bogel. S membaringkan isteri aku dibirai katil. Dia cium,jilat dan hisap bibir indah dan biji indah isteri aku. Mata isteri aku terpejam. Bunyi S menjilat indah isteri aku kerana indah isteri aku dah keluar air yang teramat banyak. Maklum lah dah dua minggu aku tak gunakannya. S bangun dan memandang aku dan aku beri isyarat padanya supaya masuk. S tersenyum. Dari posisi dibirai katil itu,S renggangkan kaki isteri aku dan menghalkan koneknya tepat kelubang indah isteri aku. Dengan mudah dia menolak masuk serapatnya kerana indah isteri aku sudah basah benar dan kembang teramat sangat kerana terlalu ghairah. Mereka bekerjasama terus bermain bebagai posisi.

Akhirnya S membisikan sesuatu ditelingga isteri aku dan dan isteri aku membalasnya. Serentak dengan itu S mencabut koneknya dan merangkah berlutut keatas dada isteri aku. S menggunakan tangannya melancap sendiri koneknya dan menghalakan arah pancutannya kecelah lurah dada isteri aku dn dia akhirnya terpancut. Maninya bertaburan atas dada isteri aku. S terus kebilik air. Aku bangun dapatkan isteri aku kerana projeknya dah selesai.

Aku tak tahan tengok air mani S atas dada isteri aku. Aku pegang dan aku lumurkannya diatas dada isteri aku sambil sebelah tangan aku aku bukakan zip seluar aku. Aku keluarkan konek aku dan aku lancapkan atas dada isteri aku dan sekejap saja dah terpancut. Aku hlakan dan campurkan air mani kami berdua. Aku sapukan kedua2 air mani kami keserata tubuh isteri aku. Selepas itu baru aku pimpin isteri aku kebilik air. Seperti biasa aku mandikannya dan aku bersihkannya. Kami keluar bilik air dan aku lapkan tubuh isteri sehingga kering. Kemudian seperti biasa aku pakaikan satu persatu pakaian ketubuh isteri aku.

Aku memeluk dan menciumnya. Ternyata isteri aku amat puas sekali
bermain dengan S. S berjaya memuaskan nafsu isteri aku yang sengaja aku biarkan kehausan selama dua minggu kerana menunggu kedatangannya.

Seperti biasa juga,mereka berpelukan dan saling berkucupan sebelum kami berpisah. S nampak tersenyum puas kerana berjaya dapat menerokai lubang indah isteri aku.

Inilah kisah benar aku dan isteri aku. Sejak mula disetubuhi oleh lelaki pertama didalam bilik Hotel dalam tahun 2000 dulu dan hingga S berjaya menikmati lubang nikmat isteri aku dalam tahun 2003 ini,itu lah sahaja tiga(3) orang lelaki yang berjaya menikmati tubuh isteri aku . Sehingga aku menulis cerita ini ini lah saja pengalaman yang telah kami lalui.

Kehidupan sex kami amat memberangsangkan selepas pengalaman isteri aku bersama lelaki lain. Lebih hangat dan lebih hebat yang tak pernah kami rasakan sebelum ini. Kami benar2 menikmati hubungan sex sekarang berbanding waktu dulu sebelum aktiviti ini terjadi. Percaya lah aku sehingga saat ini kerana terlalu ghairah terhadap isteri sendiri akan mencium pussy isteri semasa akan keluar bekerja dan sebaik pulang dari bekerja.

Aku akan pastikan yang aku akan mencium pussy isteri aku setiap hari. Aku juga sehingga saat ini akan tolong memakaikan pakaian dalam isteri aku bila aku ada kesempatan berbuat demikian. Demikian lah hebatnya hasil pengalaman yang telah kami lalui.

Aku benar2 sedar dan akui bahawa aku sememangnya amat dan teramat sayang dan menyintai isteri aku. Orang yang tak memahami aku mungkin tidak akan faham bagaimana seorang suami yang sanggup membenarkan isterinya ditiduri oleh lelaki lain berkata yang dia amat menyayangi isterinya itu. Tapi itu lah kebenarannya. Aku lebih menyayangi dan menyintai isteri aku selepas pengalaman dia ditiduri oleh lelaki lain.

Aku bukanlah semudah itu membenarkan isteri aku ditiduri oleh sebarang lelaki. Aku sendiri yang memilih calonnya. Lelaki yang sudah berjaya meniduri isteri aku adalah merupakan calon2 yang terpilih. Aku meletakan beberapa kriteria dalam membuat pilihan. Antaranya ialah rahsia kegiatan kami mesti terjamin 100%,bersih dari sebarang penyakit kelamin (sebab itu aku lebih suka kepada suami orang yang sudah mempunyai anak2),bekerja yang baik(tentunya dia akan lebih bertanggung jawab kerana tak mahu kerjayanya tergugat),berterusterang dan ada rasa saling hormat menghormati. TiketQQ 
Share:
Copyright © DesahanMamaMuda Cerita Seks | Cerita Dewasa | Cerita Hot | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com